Terungkap! Ini Alasan Kenapa Palestina Tidak Punya Tentara
logo

16 Mei 2021

Terungkap! Ini Alasan Kenapa Palestina Tidak Punya Tentara

Terungkap! Ini Alasan Kenapa Palestina Tidak Punya Tentara


GELORA.CO - Konflik Israel dan Palestina kembali memanas beberapa waktu ke belakang. Balas membalas serangan pun terus terjadi, demi menunjukan superioritasnya masing-masing kelompok.

Di tengah panasnya konflik antar dua negara tersebut, ternyata ada fakta menarik soal Palestina. Negara ini tercatat tidak mempunyai tentara resmi, macam angkatan laut, darat maupun udara.

Dilansir dari welcometopalestine.com Sabtu (15/5/2021), meski Palestina tidak memiliki tentara resmi, mereka tetap memiliki Pasukan Keamanan Nasional bernama Palestinian Nation Authority (PNA). Mencakup hampir semua pasukan keamanan nasional selain Pengawal Presiden, Pasukan Keamanan Dalam Negeri, dan Intelijen Umum.

“Sejak Kesepakatan Oslo 1993, pasukan ini beroperasi di wilayah yang dikendalikan oleh PNA. Pada tahun 2003, organisasi-organisasi ini bergabung menjadi Badan Keamanan Palestina, yang tanggung jawabnya mencakup penegakan hukum secara umum,” jelasnya dalam website.

PNA sebagai badan keamanan memiliki perjanjian bilateral dengan Israel, yang membatasi ukuran, persenjataan, dan struktur pasukan. Perjanjian tersebut memberi Israel hak untuk meninjau calon yang direkrut dan menahan persetujuan sesuai keinginannya. Hingga tahun 2007, tercatat PNA memiliki anggota berjumlah sekitar 42.000 tentara.

Di luar PNA ada juga beberapa kelompok yang berdiri sebagai kelompok militer yang menentang pemerintahan Israel. Salah satunya adalah sayap militer bernama Brigade Izz ad-Din al-Qassam milik badan pemerintahan Gaza, Hamas.

Dibentuk pada awal tahun 1990-an, sayap militer ini bertujuan sebagai gerakan perlawanan bersenjata melawan pasukan pendudukan Israel. Menjadi pasukan perlawanan yang dianggap sebagai kelompok teroris oleh beberapa negara lainnya.

“Hamas terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Israel, Amerika Serikat, Uni Eropa, Kanada, Mesir dan Jepang, meskipun Jepang secara terbuka mengakui bahwa Hamas secara demokratis memenangkan pemilihan Palestina 2006. Rusia, Turki, China, dan Swiss tidak mencantumkan Hamas sebagai organisasi teroris. Sayap militer Hamas, Brigade Izz ad-Din al-Qassam, juga terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Inggris, Australia, Selandia Baru,” jelasnya. []