Agama Yang Menyelamatkan
logo

12 Mei 2021

Agama Yang Menyelamatkan

Agama Yang Menyelamatkan


APABILA mengawali Ramadhan sering dibacakan ayat QS Al Baqarah 183 "kutiba alaikumusy syiyam" yakni kewajiban melaksanakan ibadah shaum dengan tujuan agar menjadi insan yang bertakwa "la'alakum tattaquun". Sering berulang dibaca, disampaikan, dan dikaji. Umat dituntut memahami dan mendalami serta mengimplementasikan dengan baik.

Apabila mengakhiri dan memasuki Idul Fitri maka ayat yang sering dikaji atau menjadi rujukan atau singgungan adalah QS Ar Rum 30 :

"Maka hadapkanlah wajahmu kepada agama yang lurus, (yaitu agama Islam). Itulah fithrah Allah yang telah memasukkan manusia kepada fithrahnya itu. Tidak ada perubahan atas ciptaan Allah. Itulah agama yang lurus. Akan tetapi sebagian besar manusia tidak mengetahuinya".

Ada lima hal penting yang dapat ditarik dari ayat ini, yaitu :

Pertama, "faaqim wajhaka lid dieni haniifa". Diperintahkan kita untuk selalu meluruskan pandangan, jiwa, dan fikiran hanya kepada agama yang hanif yaitu agama Islam. Orientasi segala kehidupan harus berbasis agama.

Kedua, "fithratallah, allati fathoronnasa alaiha". Agama yang hanif itu adalah fitrah Allah dan Allah SWT memasukkan manusia ke dalam fithrahnya itu. Bagi muslim wajib meyakini bahwa fithrah Allah adalah agama Islam dan hanya agama Islam yang diridloi Allah SWT.

Ketiga, "laa tabdiila likholqillah". Agama Islam itu tidak berubah baik akidah, syari'ah, dan akhlaqul karimah. Dulu, kini, dan ke depan. Implementasi kekinian tidak boleh mengubah substansi ajaran agama. Karenanya tidak ada itu Islam lokal,  nasional, plural ataupun liberal.

Keempat, "dzalika ad dienul qayyim". Penegasan kembali bahwa agama itu adalah ajaran yang lurus, tegak, benar, dan adil. Bukan agama main-main atau mudah dipermainkan. Agama yang kokoh dan menyelamatkan. Menyejahterakan dan menyehatkan.

Kelima, "walaakinna aktsaronnasi laa ya'lamuun". Sebagian besar manusia itu tidak memahami dan mengetahui. Mereka tidak tahu bahwa agama adalah jalan kemuliaan dan keselamatan. Mengabaikan dan mengecilkan. Mengolok-olok orang yang beragama dengan konsisten. Bagi sebagian besar manusia bodoh, maka dunia dan materi adalah segala-galanya.

Nah, selamat Iedul Fitri 1442 H semoga Allah  SWT selalu memulyakan para pemulya agama-Nya. Taqobbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir batin. Kullu 'aamin wa antum bikhoir.

M. Rizal Fadillah
Penulis adalah pengamat sosial dan politik