Tentara Israel Bakar Diri karena Trauma Perang, Netanyahu Terkejut

Tentara Israel Bakar Diri karena Trauma Perang, Netanyahu Terkejut

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Seorang mantan tentara Israel melakukan aksi bakar diri yang membuatnya kini kritis di rumah sakit. Aksi bakar diri ini membuat Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu terkejut.

Seperti dilansir AFP, Rabu (14/4/2021), mantan tentara berusia 26 tahun itu diidentifikasi bernama Itzik Saidian. Dia dilaporkan menderita gangguan stress pasca-trauma atau biasa disebut PTSD sejak ditugaskan dalam perang Gaza tahun 2014 lalu.

Aksi bakar diri ini dilakukan Saidian saat mendatangi layanan pendukung untuk para tentara yang terluka di dekat Tel Aviv pada Senin (12/4) waktu setempat. Menurut pernyataan militer Israel, Saidian tiba-tiba menuangkan cairan mudah terbakar ke tubuhnya sendiri dan membakarnya.

"Karena tekanan psikologis yang signifikan," sebut militer Israel dalam pernyataannya.

Saidian yang mengalami luka bakar langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat. Kini dia tengah dirawat di unit perawatan intensif Rumah Sakit Tel Hashomer, dekat Tel Aviv, dan dilaporkan dalam kondisi kritis.

"Luka bakar yang parah di sekujur tubuhnya," demikian pernyataan pihak rumah sakit yang merawatnya.

Mengetahui insiden itu, Netanyahu menyatakan dirinya 'sangat terkejut'.

"Bertekad untuk melakukan reformasi total terhadap cara kita menangani para veteran yang kini menyandang disabilitas dan terluka," cetusnya.

Laporan menyebut bahwa Saidian dinyatakan menyandang disabilitas sebagian karena menderita PTSD terkait tugasnya selama perang antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza tahun 2014 lalu. Sekitar 2.250 warga Palestina tewas dalam perang tahun 2014, dengan sebagian besar warga sipil. Dari kubu Israel, sedikitnya 74 orang tewas dengan sebagian besar merupakan tentara.

Aksi Saidian membakar diri ini terjadi menjelang hari peringatan untuk tentara yang gugur dalam perang dan korban serangan di Israel. Hal ini memicu kontroversi terkait sistem pendukung untuk para tentara yang terluka atau mengalami masalah psikologis, yang seringkali dianggap tidak efisien dan terlaku birokratis.

"Dia melihat hal-hal mengerikan dan tidak ada yang merawatnya," tutur saudara Saidian, Avi, kepada wartawan setempat.

Menteri Pertahanan Israel, Benny Gantz, mengumumkan bahwa pihaknya akan melakukan 'penyelidikan menyeluruh untuk mencari tahu penyebab dari peristiwa tragis ini'. Dia juga berjanji untuk 'secara substansial meningkatkan perawatan bagi para tentara yang mengalami pasca-trauma'.

Diketahui bahwa tugas militer diwajibkan bagi setiap warga Israel yang berusia 18 tahun. Wanita akan menjalani wajib militer selama dua tahun, sedangkan pria akan menjalani wajib militer selama 2,5 tahun.[]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita