Pejabat Pelni Dicopot gegara Kajian Ramadhan, Fadli Zon: Ini Akibat BUMN Diisi Relawan Pilpres

Pejabat Pelni Dicopot gegara Kajian Ramadhan, Fadli Zon: Ini Akibat BUMN Diisi Relawan Pilpres

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra menanggapi pencopotan pejabat PT Pelni gara-gara menggelar kajian Ramadhan online tanpa izin direksi.

Petinggi Partai Gerindra Fadli Zon melalui akun Twitternya @fadlizon menanggapi pencopotan pejabat PT Pelni gara-gara kajian Ramadhan ini.

“Ini salah satu akibat kalau BUMN diisi orang-orang tidak profesional atau sekedar balas jasa sebagai relawan/pendukung pilpres. Parasit,” tegasnya, Sabtu (10/4).

Fadli Zon juga menautkan pernyataan Ustad Tengku Zulkarnain yang berisi berita dari salah satu media online yang menyebutkan pencopotan pejabat PT Pelni ini gara gara kajian Ramadhan tanpa izin direksi.

Sementara itu, mantan Wasekjen MUI, Ustad Tengku Zulkarnain melalui akun Twitternya membagikan tautan berita pencopotan pejabat PT Pelni lantaran mengadakan pengajian Ramadhan tanpa izin direksi.

“Karena belum izin Direksi, Pejabat Pelni dicopot sebarkan flyer pengajian Ramadhan online,” kata Tengku Zulkarnain, dikutip dari akun Twitter miliknya, Sabtu (10/4).

“Menurut Dede mesti dibasmi para ustadz Radikalisme. Diantaranya ustadz yang mengisi Firanda, Reza Basalamah, dan ada juga Chalil Nafis, Ketua Bidang dakwah MUI Pusat,” tandasnya melalui akun Twitter resminya @ustadtengkuzul.

Sebelumnya, PT Pelni (Persero) mencopot pejabat yang menyelenggarakan kajian Ramadan secara daring (online) yang mengatasnamakan perusahaan tanpa izin direksi.

Komisaris Independen PT Pelni Dede Budhyarto mengatakan pencopotan itu dilakukan sebagai pelajaran kepada seluruh BUMN agar tidak segan memecat pegawai yang terlibat radikalisme.

 
“Pejabat yang terkait dengan kepanitiaan acara tersebut telah dicopot. Ini pelajaran sekaligus warning (peringatan) kepada seluruh BUMN, jangan segan-segan mencopot ataupun memecat pegawainya yang terlibat radikalisme. Jangan beri ruang sedikit pun, berangus,” ujarnya lewat akun Twitter @kangdede78, dikutip pada Jumat (9/4).

Dari flyer yang beredar, disebutkan bahwa kajian online itu diadakan pada Kamis (8/4) pukul 13.00 WIB dan menghadirkan sejumlah pembicara.

Beberapa dari mereka antara lain, Firanda Andirja yang akan membawakan topik Bekal Fikih Puasa.

Kemudian Rizal Yuliar Putrananda yang akan membicarakan topik Cerdas Beramal di Bulan Ramadhan.

Syafiq Riza Basalamah yang akan membawakan Agar Ramadhan Tahun Ini Lebih Berarti, dan Subhan Bawazier yang akan membawakan Ramadhan bukan untuk bersantai.

Selain mereka, terdapat pula Ketua Bidang Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Cholis Nafis yang akan membawakan topik Ada Apa dengan Ramadhan.

“Info penceramah dalam kegiatan Ramadhan di lingkungan PT@pelni162 dari Badan Dakwah Pelni yang sudah beredar luas perlu saya sampaikan bahwa: panitia menyebarkan info terkait pembicara Ramadan belum ada izin dari Direksi. Oleh sebab itu kegiatan tersebut dibatalkan,” jelas Dede Budhyarto melalui akun Twitternya. []
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita