Kriminolog Mengupas Faktor Pencurian Bongkar Rumah Mewah di Jakbar
logo

23 Maret 2021

Kriminolog Mengupas Faktor Pencurian Bongkar Rumah Mewah di Jakbar

Kriminolog Mengupas Faktor Pencurian Bongkar Rumah Mewah di Jakbar


GELORA.CO - Rumah mewah di Kebon Jeruk, Jakarta Barat (Jakbar), yang dibongkar dan isi perabotannya dicuri merupakan modus pencurian di rumah kosong. Ada sejumlah aspek yang menjadi faktor rumah mewah tersebut dibongkar dan dicuri pelaku.

Kriminolog UI Yogo Tri Hendrianto mengungkap sejumlah aspek mengapa rumah mewah itu bisa dibongkar hingga dicuri. Yogo awalnya bicara soal aspek pengawasan pemilik rumah mewah tersebut.

"Yang pertama, adalah aspek dari pemiliknya atau korbannya, pemilik rumah itu tidak melakukan kontrol, pengawasan, apakah pintunya dikunci, lalu apakah ada pengamanannya, walau pun kosong harus diamankan, dengan kamera CCTV, atau dengan lampu yang teras atau bahkan karena rumah mewah bisa dijaga atau menyewa satpam misalnya," kata Yogo kepada wartawan, Senin (22/3/2021).

Yogo kemudian bicara soal aspek lingkungan mengenai kedekatan pemilik rumah mewah dengan tetangga. Yogo menilai peran tetangga dapat meminimalisir adanya aksi pencurian.

"Yang kedua, pemiliknya harus koordinasi dengan pengurus RT setempat, artinya tidak meninggalkan, dititip dengan tetangga terdekat. Kenapa sampai kosong? Dianggap tidak ada pemiliknya, jadi sasaran empuk bagi kejahatan. Maka ada beberapa orang, dari aspek pelaku kejahatan sekarang, mereka bisa dengan mudah masuk mengakses, bilang bahwa 'Saya ada orderan dari pemilik rumah untuk membereskan puing-puing atau isi bangunannya', maka tentu tidak ada kecurigaan," ujar Yogo.

"Jadi memang ada terbuka kesempatan yang dilihat oleh calon pelaku tidak dikontrol rumah ini dengan baik oleh pemiliknya, contohnya apa? Tidak terawat misalkan, cat kusam, tidak ada lampunya, atau kemudian rumput-rumput tidak terawat, itu menunjukkan tidak ada yang menjaga rumah itu," sambugnya.

Terakhir, menurut Yogo adalah faktor manajemen keamanan. Dalam tataran ini aspek yang lebih luas soal lingkungan rumah dimana pemilik rumah, tetangga, alat keamanan, hingga perangkat lingkungan memiliki peran mengantisipasi aksi pencurian.

"Ketiga adalah manajemen keamanannya tuh, bagaimana tetangga bisa konfirmasi kenapa sih orang bisa masuk, sudah lapor pemiliknya belum, pemiliknya dikenal dengan tetangganya, kalau ada bongkar-bongkar ini sudah ada izin atau belum. Karena tidak terjadi komunikasi antara pemilik dengan lingkungan sekitar, dengan Pak RT, maka risikonya tadi," ucapnya.

Menurut Yogo, pelaku pembongkar dan pencurian rumah mewah di Jakbar ini cukup 'cerdas'. Pelaku dapat mengelabui sejumlah hingga akhirnya 'kecerdasan' dapat memanfaatkan kelalaian pemilik rumah mewah itu.

"Pelaku cerdas ini, dalam tanda kutip, cerdasnya bisa mengelabui bahwa mereka pekerja kuli bangunan yang akan mengambil. Jadi tiga aspek tadi terpenuhi, kelalaian dari pemilik, kedua adalah pelakunya punya pengelihatan, dalam tanda kutip, bisa menilai apakah target sasarannya diamankan atau tidak, apakah ada pemilik yang cenderung datang berulang-ulang," imbuhnya.

Polisi sebelumnya mengungkap kasus pencurian modus baru yang membongkar lantai dan perabotan milik korban di Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Lima orang pelaku telah ditangkap terkait kasus tersebut.

"Saat ini sudah lima orang pekerja yang kita amankan," ujar Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo saat dikonfirmasi detikcom, Senin (22/3).

Selain lima pelaku, satu unit truk juga sudah diamankan polisi dari kejadian itu. Saat ini polisi masih mendalami peran kelima orang tersebut.

"Sementara masih kami dalami peran dan keterlibatannya, karena ada yang bilang berkaitan dengan utang," imbuh Ady.

Ady mengatakan, para pelaku tidak hanya mengambil perabotan di rumah mewah itu. Para pelaku juga membongkar kusen, keramik hingga sanitary.


"Jadi kusen, ubin, keramik, sanitary dibongkar," kata Ady.

Pihak kepolisian telah mengecek ke lokasi kejadian di Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Kejadian itu terjadi pada Jumat (19/3/2021).

Namun, pemilik rumah baru mengetahui kejadian itu pada Sabtu (20/3). Selama ini rumah tersebut tidak ditempati oleh pemiliknya.(dtk)
close
Subscribe