WHO: Covid-19 Sudah Menginfeksi Ribuan Warga Tiongkok Sejak 2019
logo

17 Februari 2021

WHO: Covid-19 Sudah Menginfeksi Ribuan Warga Tiongkok Sejak 2019

WHO: Covid-19 Sudah Menginfeksi Ribuan Warga Tiongkok Sejak 2019


GELORA.CO - Investigasi dari tim peneliti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menemukan bukti wabah Covid-19 sebetulnya sudah meluas di Tiongkok pada 2019. Seorang peneliti top WHO mengonfirmasi bahwa mereka menemukan lebih dari 12 strain di Wuhan pada Desember 2019. Artinya virus itu lebih luas daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Ketua tim peneliti WHO, Peter Ben Embarek, mengatakan kepada CNN seperti dilansir The Sun, bahwa tim menggunakan sampel genetik parsial dan mengidentifikasi kasus virus Korona dari Tiongkok pada Desember 2019. Dengan data tersebut, peneliti ​​menemukan ada 13 varian berbeda Covid-19 di Wuhan pada Desember 2019. Embarek mengatakan penyelidikan menunjukkan Covid-19 lebih menyebar daripada yang diperkirakan sebelumnya pada bulan-bulan awal.

“Virus itu beredar luas di Wuhan pada Desember, yang merupakan temuan baru,” ungkap Embarek.

Ilmuwan Tiongkok mengirim 174 kasus, dan 100 yang dikonfirmasi oleh tim WHO dalam pengujian laboratorium. Lalu 74 kasus lainnya didiagnosis dengan gejala lain.

Meski ada sekitar 200 kasus yang dicurigai, Embarek mengatakan kemungkinan masih ada lebih banyak kasus di sana. Dia mengatakan kepada CNN bahwa di Wuhan mungkin sudah ada sekitar 1.000 orang telah terinfeksi pada Desember 2019.

“Beberapa dari mereka penularannya berasal dari pasar. Beberapa dari mereka tidak terkait dengan pasar,” katanya kepada CNN.

Pakar penyakit menular Australia, Dominic Dwyer, bagian dari tim WHO, sebelumnya mengatakan Tiongkok menolak menyerahkan data mentah tentang kasus pertama negara itu.

Informasi baru yang menunjukkan seberapa luas Covid-19 mungkin telah terjadi pada hari-hari awal virus. Satu strain yang kemudian dikenal sebagai varian Inggris yang ditemukan pada Desember 2020 ditemukan hingga 50 kali lebih menular daripada strain Covid-19 sebelumnya. Satu strain yang ditemukan di Afrika Selatan ditemukan sekitar 60 hingga 70 persen lebih cepat menyebar daripada strain awal.[jpc]