Moeldoko Singgung Luhut Soal Kudeta Demokrat, Rocky Gerung: Cari Perlindungan

Moeldoko Singgung Luhut Soal Kudeta Demokrat, Rocky Gerung: Cari Perlindungan

Gelora News
facebook twitter whatsapp



GELORA.CO - Pengamat politik, Rocky Gerung mengomentari pernyataan Kepala KSP Moeldoko yang menyinggung nama Luhut Binsar Pandjaitan saat menggelar konferensi pers terkait isu kudeta Partai Demokrat.

Rocky dalam tayangan videonya di kanal Youtube Rocky Gerung Official pada Kamis 4 Februari 2021, menilai Moeldoko menyebut nama Luhut karena berupaya mencari perlindungan.

Menurut Rocky, Moeldoko sebenarnya berharap Luhut Binsar bisa membelanya dari tudingan Partai Demokrat yang menudingnya hendak melakukan kudeta terhadap ketua umum mereka, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Jadi soal bawa Luhut itu ada dua. Pertama, dia ingin nyari patron supaya bebannya nggak terlalu besar. Jadi pak Moeldoko berupaya cari pelindung tapi caranya anakronis,” ungkap Rocky Gerung.

Rocky juga berpendapat, cara Moeldoko membawa-bawa nama Luhut yang juga bertemu dengan kader Demokrat tersebut adalah hal yang berbeda.

Menurutnya, pada kasus Luhut bertemu kader Demokrat dilakukan secara terbuka. Bahkan, kata Rocky, dokumentasi fotonya juga tersebar luas setahun lalu.

Rocky Gerung pun meyakini bahwa dalam hal ini Luhut tidak ada rencana hendak kudeta Partai Demokrat.

Lantaran hal itulah, menurut Rocky, kenapa pertemuan Luhut dengan kader Demokrat pada tahun lalu itu tak jadi soal. Namun, beda konteksnya dengan pertemuan Moeldoko dengan kader Demokrat belakangan ini.

“Itu kan terbuka waktu dan ngak ada hubungannya dengan kudeta yang sekarang. Luhut nggak libatkan diri dalam proyek kudeta. Ini peristiwa dan maksudnya lain, makanya jangan terlalu banyak cari alibi nanti kejebak,” tuturnya menasihati Moeldoko.

Mengutip Hops.id, Rocky Gerung juga menduga maksud Moeldoko membawa-bawa nama Luhut ke dalam klarifikasinya soal kudeta Partai Demokrat bertujuan agar Menko Maritim itu tidak diam saja dengan masalah yang dihadapi Moeldoko.

Moeldoko, menurut pandangan Rocky, ingin Luhut bergerak dan kalau bisa turun gunung menyelesaikan masalahnya.

“Pak Luhut itu iringan jembatan untuk beritahu ke Jokowi, bahwa nggak ada apa-apa. Saya pikir Jokowi kasih tanda curiga ke Moeldoko sebab dua hari sebetulnya Jokowi menunggu,” kata Rocky Gerung.

Selain itu, Rocky juga menilai seharusnya Presiden Jokowi menjawab surat dari AHY terkait isu kudeta tersebut. Sebab menurutnya, surat itu telah menjadi konsumsi publik.

Oleh karenanya, Rocky Gerung menilai sudah sewajarnya Jokowi menjawab surat AHY agar tidak menjadi bahan spekulasi bahwa Jokowi terlibat dalam konspirasi kudeta Partai Demokrat.

“Sehingga Pak Jokowi bisa suruh Pak Luhut supaya bereskan,” ujarnya. (*)
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita