Buya Syafii: Karakter Pejabat Kita Lemah, Banyak Bertopeng dan Bersandiwara
logo

13 Februari 2021

Buya Syafii: Karakter Pejabat Kita Lemah, Banyak Bertopeng dan Bersandiwara

Buya Syafii: Karakter Pejabat Kita Lemah, Banyak Bertopeng dan Bersandiwara


GELORA.CO - Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii menyampaikan kritik kepada pejabat dan tokoh negara. Buya Syafii mengaku selama ini dirinya mempunyai koneksi cukup luas baik dari kalangan pejabat, tokoh militer hingga dokter.

"Saya banyak bergaul dengan orang penting di republik ini, ada jenderal, ada politisi, ada doktor ada AD (angkatan darat) dan itu sebagian mereka menurut saya itu pintar-pintar," kata Buya Syafii dalam acara peluncuran buku Bernegara Hukum Tanpa Budaya Malu dikutip kumparan Jumat (12/2).

"Secara intelektual mereka pintar tapi saya ragu orang ini punya karakter atau tidak," tutur Buya.

Eks Ketum PP Muhammadiyah itu kemudian menyebut banyak pejabat Indonesia bersandiwara. Sebab mereka tidak dibekali oleh pendidikan karakter yang baik.

"Pendidikan karakter kita lemah, jadi banyak bertopeng, bersandiwara, seenaknya saja gitu," ucap Buya Syafii.

"Kalau ini begini terus apakah ada harapan untuk anak cucu kita? Apakah mereka nanti mendapat hanya ampasnya saja? Itu nanti seperti keping surga yang dipindah ke muda bumi seperti pindah ke keping neraka," tambah dia.

Buya Syafii kemudian meminta kepada seluruh masyarakat terutama para ahli untuk terus bersuara menyampaikan masukan kepada pemerintah agar Indonesia menjadi negara yang lebih baik.

Sebab, ia menilai jika masyarakat bersikap acuh, prediksi Indonesia menjadi negara gagal akan menjadi kenyataan.

"Kalau kita tiarap semua, proses menjadi negara gagal bukan merupakan suatu mustahil. Jangan sampai Indonesia tercinta ini jadi negara gagal. Kalau arahnya ke sana, menurut saya yang salah kita semua," tegas Buya Syafii.

"Kita berkhianat ke Pancasila, ke Pasal 33 UU 1945, kita berkhianat ke kepatuhan, ke sila pertama, sila kedua, ketiga, sila keempat dan kelima yang menjadi tujuan negara kita yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," tutur Buya Syafii. []