Terciduk di Kamar Hotel Bersama 4 Anak Tanpa Kain, Pria di Sunter Ngaku Mau Main Berlima
logo

28 Januari 2021

Terciduk di Kamar Hotel Bersama 4 Anak Tanpa Kain, Pria di Sunter Ngaku Mau Main Berlima

Terciduk di Kamar Hotel Bersama 4 Anak Tanpa Kain, Pria di Sunter Ngaku Mau Main Berlima


GELORA.CO - Sebanyak empat gadis di bawah umur diamankan oleh pihak kepolisian di sebuah hotel di kawasan Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (25/1/2021).

Empat anak-anak yang berinisial D (17), F (15), A (15), dan AR (15) itu digerebek dalam kondisi tanpa busana bersama seorang pria dewasa berinisial R (39).

R selaku pelanggan prostitusi online tersebut mengakui memang sengaja menyewa empat gadis belasan tahun tersebut untuk main berlima.

Dikutip TribunWow.com dari TribunJakarta.com, R diketahui merupakan seorang karyawan perusahaan swasta.

Ia mengaku membayar Rp 20 juta untuk menyewa keempat gadis di bawah umur tersebut.

Dirinya juga mengaku memang sengaja menyewa keempat gadis secara bersamaan untuk main berlima.

"Kalau itu dari pembicaraan awal dia (R) dengan muncikari adalah sekitar Rp 20 juta. Jadi, satu anak dihargai Rp 5 juta," kata Kanit Reskrim Polsek Tanjung Priok AKP Paksi Eka Saputra di kantornya, Rabu (27/1/2021).

R membayarkan uang sebesar Rp 20 juta itu kepada Rama selaku muncikari.

Berdasarkan penjelasan pihak kepolisian, R sudah dalam kondisi mencopot setengah pakaiannya.

"Ditemukan empat orang anak dalam kondisi tidak menggunakan pakaian," kata Paksi dalam rekaman yang diterima Kompas.com, Rabu (27/1/2021).

"Kemudian satu orang lagi laki-laki masih dengan pakaian setengah," ujar Paksi.

Paksi menjelaskan, disimpulkan pada saat itu proses persetubuhan belum sempat terjadi karena R masih dalam proses mencopot pakaiannya.

Keempat anak-anak itu kini diserahkan oleh pihak kepolisian kepada Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI).

Pengakuan Muncikari

Masih pada hari yang sama, polisi juga mengamankan seorang pria bernama Rama (19) yang merupakan muncikari dari keempat gadis ABG tersebut.

Dikutip dari TribunJakarta.com, Rama diamankan saat hendak keluar dari lobby hotel.

Berdasarkan pengakuan Rama, gadis yang ditawarkan olehnya dihargai mulai dari Rp 1,5 hingga Rp 6 juta.

Ia sendiri memeroleh Rp 1,2 juta dari atasannya setiap melakukan transaksi.

"Saya kaya cuma kaya perantara doang, tapi bukan aku hanya arahin. Mintanya kaya gitu yang di bawah umur," kata Rama di Mapolsek Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (26/1/2021).

Rama mengatakan, ia mempromosikan gadis-gadis di bawah umur itu secara online.

Sedangkan untuk merekrut gadis-gadis yang akan diperjual belikan dalam prostitusi online, Rama mengandalkan cara mulut ke mulut maupun media sosial.

"Teman suka nanyain, ada nggak (PSK). Itu bukan dari saya, tapi dari teman. Terus saya jalanin aja, udah gitu aja," ucap dia. []