3 Warga Sumbar di Pesawat Sriwijaya Air yang Terjatuh: 1 dari Padang, 2 Tanah Datar
logo

10 Januari 2021

3 Warga Sumbar di Pesawat Sriwijaya Air yang Terjatuh: 1 dari Padang, 2 Tanah Datar

3 Warga Sumbar di Pesawat Sriwijaya Air yang Terjatuh: 1 dari Padang, 2 Tanah Datar



GELORA.CO - Tiga penumpang Sriwijaya Air SJ 182 yang terjatuh di kawasan perairan Kepulauan Seribu berasal dari Sumatra Barat (Sumbar). Mereka berasal dari Kabupaten Tanah Datar dan Kota Padang.

Para penumpang itu di antaranya Faizal Rahman dan Asy Habul Yamin. Dua penumpang ini merupakan kakak beradik asal Nagari Gurun, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar.

Selanjutnya penumpang bernama Angga Fernanda Afriyon yang diketahui berasal dari Kota Padang. Ketiga warga asal Sumbar ini masuk dalam manifes pesawat tujuan Jakarta-Pontianak tersebut.

Betri Yanti, salah seorang keluarga dari penumpang bernama Angga. Perempuan 41 tahun ini mengatakan, Angga merupakan putra kedua dari kakaknya bernama Oyon yang tinggal di Sungai Sapiah, Kecamatan Kuranji, Kota Padang.

“Angga di Kalimantan bekerja di bidang pelayaran, sebelumnya dia merupakan lulusan sekolah SMK Pelayaran di Padang,” kata Bertri kepada wartawan, Sabtu (9/1/2020) malam.

Dia menceritakan, kabar duka itu diketahui setelah melihat berita. Kemudian salah seorang kerabat yang menelfon karena melihat nama Angga di daftar nama penumpang.

“Kemudian saya pastikan ke kakak (bapak Angga), beliau membenarkan bahwa penumpang itu memang Angga anaknya,” jelasnya.

Sebelumnya, Wali Nagari Gurun, Hanisben juga membenarkan dua penumpang pesawat lainnya berasal dari Tanah Datar. Bahkan keluarga penumpang merupakan besannya.

Dia mengungkapkan informasi Faizal Rahman dan Asy Habul Yamin masuk dalam daftar penumpang pesawat berawal dari grup WhatsApp keluarga.

“Memang masuk dalam manifes Jadi kabarnya sebelum magrib saya sudah dapat cerita dari keluarganya, dari Pak Masrizal (ayah penumpang). Anaknya memang pergi ke Jakarta dan naik pesawat itu,” jelasnya.

Keluarga kedua penumpang diketahui telah lama merantau dan meninggalkan kampung halaman. Keluarga ini membuka usaha toko pakaian. (*)
close
Subscribe