Sekum PP Muhammadiyah: Saya Khawatir FPI dan Tokohnya Jadi Wayang Sebuah Kepentingan Besar
logo

22 Desember 2020

Sekum PP Muhammadiyah: Saya Khawatir FPI dan Tokohnya Jadi Wayang Sebuah Kepentingan Besar

Sekum PP Muhammadiyah: Saya Khawatir FPI dan Tokohnya Jadi Wayang Sebuah Kepentingan Besar



GELORA.CO - Sekretaris Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Abdul Mu'ti menilai organisasi masyarakat (ormas) Front Pembela Islam (FPI) tidak memiliki agenda apa-apa.

Mu'ti malah menduga FPI jusru ditunggangi kelompok tertentu untuk kepentingan pribadi. Hal ini disampaikan Mu'ti saat mengisi acara pada saluran podcast Akbar Faisal. Dialog itu diunggah di akun YouTube AF Uncencored, Selasa (22/12/2020). 

"Saya pikir FPI tidak punya agenda justru. Saya justru berpikir FPI ini digunakan oleh kelompok tertentu untuk kepentingan dia. Itu yang saya khawatir. Saya justru khawatir organisasi seperti FPI ini dan tokoh-tokohnya itu hanya menjadi wayang dari sebuah kepentingan besar. Yang dia (kelompok) itu punya agenda kekuasaan dengan memanfaatkan Habib sebagai pionirnya," kata Mu'ti.

Dia mengatakan, pernyataannya beralasan. Sebab, selama ini bisa dilihat dari perjalanan aksi-aksi massa yang dimotori FPI dan Habib Rizieq Shihab (HRS). HRS, kata dia, justru tidak mendapatkan apa-apa dari aksi-aksi yang mereka lakukan selama ini.

"Sebab selama ini yang kita lihat kan misalnya HRS nggak dapat apa-apa dari apa yang dia lakukan selama ini. Kalau orang melakukan proses politik itu kan mesti dia ada something. Tapi apa yang didapat HRS? Kan tidak ada. Tapi bisa kita lihat siapa-siapa yang mendapat benefit dari kegiatan yang dilakukan oleh Habib," ujarnya.

Dia menambahkan, kemungkinan dalam konteks lain adalah adanya kelompok-kelompok yang sengaja merekayasa keadaan. Upaya cipta kondisi itu tentu memiliki agenda-agenda besar. Tetapi, kelompok kepentingan itu tidak nampak.

"Atau mungkin dalam konteks lain ada kelompok-kelompok yang sengaja merekayasa sesuatu, artinya dia punya big agenda, agenda-agenda besar yang kita tidak tahu siapa itu. Ini betul-betul anomali itu dan menggunakan FPI ini sebagai perangkat atau instrumennya," ungkapnya.[]