Prabowo-Sandi Masuk Kabinet, IPO: Elektabilitas AHY untuk 2024 Bisa Makin Meningkat

Prabowo-Sandi Masuk Kabinet, IPO: Elektabilitas AHY untuk 2024 Bisa Makin Meningkat

Gelora News
facebook twitter whatsapp



GELORA.CO - Masuknya mantan calon presiden dan calon wakil presiden 2019, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, ke dalam kabinet Joko Widodo-Maruf Amin dinilai menguntungkan elektabilitas Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk gelaran Pemilu 2024 mendatang.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL di Jakarta, Sabtu (26/12).

"Secara politis, masuknya Sandiaga Uno menyusul Prabowo Subianto menguntungkan rival mereka, termasuk AHY, bisa jadi mendapat imbas elektabilitas baru," jelas Dedi Kurnia Syah.

Menurut Dedi, masuknya Prabowo dan Sandi di kabinet Jokowi-Maruf itu setidaknya mengandung dua tafsir politik.

Pertama, Sandiaga terjebak dengan popularitasnya sendiri, peluang karier politiknya menyempit dibanding saat berada di luar pemerintah. Persis seperti Prabowo yang berangsur kehilangan elektabilitas, bahkan Gerindra di Pilkada 2020 alami kekalahan signifikan.

"Sandiaga tidak belajar bagaimana gelombang protes loyalis pada Prabowo saat menerima ajakan bergabung pemerintah, maka hal semacam itu sangat mungkin tereplikasi ke Sandiaga, potensi ditinggalkan pendukung terbuka," urainya.  

Kedua, menurut Dedi, masuknya dua rival Jokowi di Pilpres 2019 lalu ke kabinet itu menjadi penanda kemenangan total Presiden Jokowi, sekaligus menggerus kepercayaan Prabowo-Sandiaga di 2024.

"Dengan kondisi itu, AHY berpeluang menggaet simpati publik karena konsistensinya berada di luar pemerintahan. Prabowo atau Sandi jelas semakin sulit memupuk kepercayaan penerintah, terlebih jika keduanya tidak menonjol di kabinet," kata pengamat politik dari Universitas Telkom ini.

"Bahkan, AHY bisa saja membangun tren peningkatan elektabilitas, sementara Prabowo-Sandi menghadapi penurunan," demikian Dedi Kurnia Syah. (*)
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita