MER-C Ungkap Kondisi Observasi Berkala HRS: Suara Parau karena Kelelahan

MER-C Ungkap Kondisi Observasi Berkala HRS: Suara Parau karena Kelelahan

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO -  Habib Rizieq Shihab (HRS) masih dalam tahap observasi dan akan diperiksa secara berkala dengan tes rapid serta tes swab. MER-C pun menyebut suara Habib Rizieq sempat parau.

"Bukan gagap, (suara Habib Rizieq sempat) agak parau ya, parau kan, (karena) agak capek gitu lho. Kalau kita lihat pidato beliau, itu sebelum kita periksa kan, tapi next, kita lihat misalkan dari suara orang, capek gitu, awalnya itu capek. Kelihatannya nggak seger, gitu lho," kata Ketua Presidium MER-C Sarbini Abdul Murad saat dihubungi, Jumat (4/12/2020).

Namun Sarbini tak menjelaskan sudah berapa lama suara Habib Rizieq parau. Dia hanya mengatakan saat ini kondisi Habib Rizieq sudah jauh membaik.

"Ya sudah, sudah jauh membaik, sudah jauh membaik. Dari cara ngomongnya kelihatan sehat, kan," ucapnya.

Dia menambahkan Habib Rizieq tidak mengalami sakit serius. Dia menyebut pihak MER-C juga meminta Habib Rizieq tidak ke luar daerah terlebih dahulu untuk melakukan dakwah lantaran persoalan protokol kesehatan.

"Apalagi jemaah beliau sangat fanatik, sangat cinta kepada beliau, itu bisa berbondong-bondong (datang untuk melihat Habib Rizieq ceramah). Susah untuk dilakukan prokes (protokol kesehatan) ini kan," terangnya.

Sarbini enggan mengungkapkan hasil tes swab Habib Rizieq positif atau negatif. Dia menegaskan hasil swab Habib Rizieq tidak akan dibeberkan oleh pihak MER-C.

Habib Rizieq pun sebelumnya mengatakan akan melakukan tes rapid dan swab test PCR secara berkala. Sarbini menerangkan masih melihat perkembangan terlebih dahulu.

"Kalaupun dijadwalkan (swab test COVID-19 ke Habib Rizieq), nggak dikasih tahu. Itu kalau dikasih tahu, bisa, masyaallah, nggak kebayang. Ya nanti kita lihat perkembanganlah, kita lihat perkembangan (kapan Habib Rizieq di-rapid test dan tes swab)," tandas dia.

Sebelumnya, Habib Rizieq Shihab mengakui masih dalam tahap observasi atas saran tim medis. Habib Rizieq meminta maaf atas kondisinya itu.

"Saya juga ingin meminta maaf, yaitu kepada seluruh tokoh, habaib, ulama, pada pagi hari ini saya belum bisa bersilaturahmi untuk keliling menemui para tokoh karena memang saya masih dalam observasi untuk menjaga daripada kesehatan saya dan keluarga atas saran tim medis," kata Habib Rizieq dalam dialog bersama 100 tokoh dan ulama, Rabu (2/12).

Habib Rizieq menyebut tim medis menyarankan karantina mandiri karena dia menghadapi kerumunan. Kerumunan itu mulai dari Bandara Soetta hingga Petamburan.

"Jadi menurut tim medis, pada saat kita menghadapi penumpukan manusia, baik di Bandara, di Petamburan, di Megamendung, kita sudah berkali-kali menyampaikan jaga protokol kesehatan, protokol kesehatan, tapi gimana ya, antusias umat ini subhanallah. Sampai ribuan laskar tidak mampu mencegah, padahal ribuan laskar sudah disiapkan," kata Rizieq.

"Akhirnya tim medis menyarankan, ini bukan persoalan COVID atau tidak COVID, baik COVID ataupun tidak COVID dalam suasana yang sudah crowded seperti itu, ya seharusnya memang mengkarantina diri atau mengisolasi diri. Walaupun tidak COVID sekalipun, tetap untuk pemulihan, untuk menjaga," imbuh dia.

Habib Rizieq menyebut akan diperiksa secara berkala. Pemeriksaan itu meliputi rapid test hingga PCR.

"Kemudian atas saran mereka juga, nanti secara berkala ya diperiksa, diperiksa dengan rapid test, diperiksa dengan swab antigen, diperiksa juga dengan PCR dan lain sebagainya. Jadi saya serahkan kepada tim medis. Jadi silakan diperiksa sebaik-baiknya dan seterusnya," kata Habib Rizieq.[]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita