Israel: Ada Satu Negara Muslim di Timur yang Akan Menormalisasi Hubungan, tapi Bukan Pakistan
logo

25 Desember 2020

Israel: Ada Satu Negara Muslim di Timur yang Akan Menormalisasi Hubungan, tapi Bukan Pakistan

Israel: Ada Satu Negara Muslim di Timur yang Akan Menormalisasi Hubungan, tapi Bukan Pakistan



GELORA.CO - Menteri Kerjasama Hubungan Internasional Israel Ofir Akunis membantah kabar yang mengatakan bahwa Pakistan akan menjadi negara Muslim berikutnya yang akan menormalisasi hubungan dengan Israel.

Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintahan Trump telah menjadi perantara pemulihan hubungan antara Israel dan Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan, dan Maroko.

Akunis menyampaikan hal tersebut dalam sebuah wawancara bersama Ynet TV pada hari Rabu (23/12) waktu setempat. Dia mengatakan memang ada dua negara lagi yang antre untuk menormalisasi hubungan dengan Israel sebelum Presiden AS Donald Trump meninggalkan Gedung Putih bulan depan.

Namun, dia tidak menyebutkan nama negaranya, tetapi mengatakan salah satunya berada di Teluk tetapi bukan Arab Saudi.

"Yang lainnya, lebih jauh ke timur, adalah negara Muslim yang tidak kecil tapi bukan Pakistan," kata Akunis, seperti dikutip dari Al-Jazeera, Kamis (24/12).

Awal pekan ini, Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mahmood Qureshi mengatakan Islamabad tidak dapat mengakui Israel sampai konflik Israel-Palestina diselesaikan.

"Saya dengan tegas menyampaikan sikap Pakistan terhadap Israel kepada menteri luar negeri UEA [selama kunjungan ke UEA] bahwa kami tidak akan dan tidak dapat menjalin hubungan dengan Israel sampai solusi konkret dan permanen untuk masalah Palestina ditemukan," kata Qureshi saat itu.

Pernyataan Qureshi datang beberapa hari setelah kunjungannya ke UEA, yang dipandang oleh banyak orang sebagai hal penting di tengah desas-desus bahwa Islamabad diam-diam telah mengirim utusan ke Israel.

Islamabad membantah laporan tersebut, yang muncul terutama di media Israel.

Sementara itu, Indonesia, negara berpenduduk Muslim terbesar duniaa, pekan lalu juga mengatakan tidak akan mengakui Israel selama tuntutan kenegaraan Palestina tidak terpenuhi. Negara tetangga Malaysia telah mengisyaratkan kebijakan serupa.

Di Dhaka, seorang pejabat kementerian luar negeri mengatakan Bangladesh tidak tertarik untuk menjalin hubungan diplomatik dengan Israel. "Posisi kami tetap sama," katanya kepada kantor berita Reuters.

Oman memuji upaya diplomatik yang ditengahi AS tetapi belum berkomentar tentang prospeknya sendiri untuk menjalin hubungan dengan Israel.

Sementara Palestina, yang negosiasinya dengan Israel terhenti pada 2014, merasa khawatir akan dikesampingkan oleh proses normalisasi tersebut. (*)