Haikal Hasan Sebut Sudah Larang HRS Pulang dan Peringatkan akan Berhadapan dengan Hukum
logo

18 Desember 2020

Haikal Hasan Sebut Sudah Larang HRS Pulang dan Peringatkan akan Berhadapan dengan Hukum

Haikal Hasan Sebut Sudah Larang HRS Pulang dan Peringatkan akan Berhadapan dengan Hukum


GELORA.CO -  Sekretaris Jenderal HRS Center, Haikal Hassan mengaku sudah melarang atau menyarankan kepada Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab untuk tidak pulang dari Mekkah ke Indonesia.

Haikal Hassan juga mengaku sudah memperingatkan kepada Habib Rizieq akan kembali berhadapan dengan hukum ketika pulang ke Tanah Air.

Hal itu diungkapkan Haikal Hassan dalam tayangan YouTube Refly Harun, Kamis (17/12/2020).

Dalam kesempatan itu, Haikal Hassan mengatakan sudah menawarkan tiga opsi untuk Habib Rizieq.

Opsi pertama dikatakannya menyarankan supaya Habib Rizieq tidak pulang terlebih dahulu.

Hal itu juga mengingat dengan kondisi yang terjadi, yakni pandemi Covid-19.

"Toh di sono sudah dapat privilege yang luar biasa, boleh pulang kapan saja," imbuhnya.

Sedangkan opsi yang kedua pihaknya membolehkan Habib Rizieq pulang dengan catatan tidak perlu memberikan pengumuman ke publik.

Sehingga hanya dijemput oleh tim dan dibawa ke Petamburan atau ke pesantren di Megamendung, Bogor.

Dan opsi terakhir adalah dengan mengumumkan kepulangan Habib Rizieq.

Meski disarankan untuk tidak pulang terlebih dahulu, Habib Rizieq disebut tetap berkeinginan untuk pulang ke Indonesia.

Menurut Haikal Hassan, keinginan kuat Habib Rizieq pulang, tidak lain karena kecintaannya terhadap Tanah Air.

"Enggak usah pulang rekomendasi kita tim khusus," kata Haikal Hassan.

"Akhirnya apa beliau bilang, saya cinta dengan negara, sekarang sudah diizinkan pulang dan saya akan pulang," jelasnya.

Lebih lanjut, Haikal Hassan mengaku juga sudah memperingatkan kepada Habib Rizieq terkait kemungkinan konsekuensi hukum yang akan dihadapi.

Namun menurutnya, konsekuensi hukum yang dimaksud bukan soal kerumunan namun justru kasus-kasus yang lama.

Sedangkan untuk kasus kerumunan diakui tidak pernah terpikirkan sebelumnya.

"Ketika dia pulang kita bilang, sebetulnya kita tidak menduga dengan kerumunan itu, kita kira diangkat kasus lama, 'Bib kalau pulang akan berhadapan dengan konsekuensi hukum'," ungkap Haikal Hassan.

"Dia bilang apa? 'Enggak apa-apa', ada kemungkinan masuk tahanan 'enggak apa-apa'," paparnya. []
close
Subscribe