Setelah 50 Tahun Penantian, Ambisi Joe Biden Akhirnya Terwujudkan
logo

8 November 2020

Setelah 50 Tahun Penantian, Ambisi Joe Biden Akhirnya Terwujudkan

Setelah 50 Tahun Penantian, Ambisi Joe Biden Akhirnya Terwujudkan


GELORA.CO - Politisi Partai Demokrat yang saat ini berusia 77 tahun, Joe Biden, telah mengabiskan lebih dari separuh hidupnya untuk menggapai ambisi yang saat ini telah terwujudkan.

Sejak masuk ke dunia politik pada 1970, Biden telah malang melintang di berbagai jabatan.



Mengawali karir dari anggota dewan New Castle County, lalu menjadi Senator dari Delaware pada 1973, Biden terus merangkak ke posisi teratas di Gedung Putih.

Kesempatannya menjadi wakil presiden era Barack Obama selama dua periode juga merupakan salah satu faktor besar keberhasilannya saat ini menjadi presiden terpilih Amerika Serikat (AS) ke-47.

Bersama dengan Senator dari California, Kamala Harris, Biden akan dilantik menggantikan Donald Trump pada 20 Januari 2021.

Pada dasarnya, keberhasilan Biden untuk mewujudkan ambisinya tidak terlepas dari faktor eksternal, seperti dimuat BBC.

Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 yang sudah merenggut lebih dari 230 ribu jiwa warga Amerika menjadi hal yang sangat berpengaruh terhadap kemenangan Biden.

Buruknya penanganan pandemi oleh Trump digambarkan sebagai celah bagi Biden.

Sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh Pew Research pada bulan lalu bahkan menunjukkan Biden memimpin 17 poin persentasi atas Trump untuk kepercayaan publik menangani Covid-19.

Kegagalan Trump untuk mengendalikan virus ditambah dengan dampak ekonomi dan sosial akibat pandemi menjadi satu peluang besar bagi Biden.

Memilih "Selain Trump"

Bukan visi atau janji kampanye Biden yang membuat banyak warga AS memilihnya. Melainkan keengganan mereka untuk kembali dipimpin Trump.

"Saya hanya lelah dengan sikap Trump sebagai pribadi," ujar seorang diaspora Prancis di Miami, Thierry Adams.

Meski begitu, Biden dan Partai Demokrat berhasil menggunakan kesempatan tersebut dengan terus memberikan serangan-seranagn kepada Trump, alih-alih fokus pada jalannya pemerintahan ketika ia terpilih nanti.(RMOL)