Seperti Ke Presiden Perancis, PA 212 Juga Akan Bersikap Sama Jika Benar TV China Hina Nabi
logo

5 November 2020

Seperti Ke Presiden Perancis, PA 212 Juga Akan Bersikap Sama Jika Benar TV China Hina Nabi

Seperti Ke Presiden Perancis, PA 212 Juga Akan Bersikap Sama Jika Benar TV China Hina Nabi


GELORA.CO - Setelah umat muslim dunia dihebohkan dengan pernyataan kontroversial Presiden Perancis, Emmanuel Macron terkait karikatur Nabi Muhammad SAW, kini muncul lagi kabar bahwa saluran televisi pusat China menayangkan gambar Nabi Muhammad SAW dalam sebuah serial TV.

Menyikapi hal itu, Wakil Sekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212, Novel Bamukmin menegaskan bahwa jika kabar tersebut benar adanya, maka hal tersebut jelas-jelas penghinaan terhadap Rasulullah SAW.

Karena itu, apabila ada pihak-pihak yang melakukan hal tersebut, maka umat Islam harus mengambil sikap tegas.

"Siapapun yang menghina Rasulullah atau mengambar dengan maksud tujuannya adalah Rasullah, jelas ini adalah penghinaan kepada Rasulullah. Siapapun juga maka wajib umat Islam harus mengambil sikap tegas sesuai dengan ajaran Islam," tegasnya saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Kamis (5/11).

"Bagaimanapun caranya agar tidak semena-mena terhadap kemuliaan Islam," imbuhnya menegaskan.

Atas dasar itu, Novel Bamukmin menyatakan bahwa pihaknya memastikan akan bersikap sebagaimana kepada Presiden Prancis, Emmanuel Macron yang telah menghina dan melukai umat Islam dunia.

"Sepertinya sama (dengan sikap umat Islam kepada Presiden Prancis), semaksimal mungkin dari berbagai cara dengan gimana pun kita akan punya sikap," tandasnya.

Beberapa hari lalu, masaa aksi dari ormas Islam termasuk PA 212 PA 212 menggeruduk Kedubes Prancis. Mereka mengecam pernyataan Presiden Perancis, Emmanuel Macron yang dinilai menghina Nabi. Dalam kesempatan itu, mereka juga menyerukan umat Islam untuk memboikot produk Prancis.

Sekadar informasi, kabar bahwa saluran televisi pusat China, CCTV menayangkan gambar Nabi Muhammad SAW dalam sebuah serial TV pertama kali muncul dalam siaran di saluran televisi berbasis berita berbahasa Inggris di India, WION pada akhir pekan kemarin, yang diunggah oleh seorang aktivis HAM Uighur bernama Arslan Hidayat melalui akun Twitternya @arslan_hidayat pada tanggal 27 Oktober 2020.

Dalam cuitannya, Arslan Hidayat bahkan bertanya terkait sikap umat muslim terhadap insiden tersebut apakah sikap negara-negara Islam akan sama sikapnya seperti dilakukan kepada Presiden Prancis.

"Gambar Nabi Muhammad (SAW) dalam serial TV di saluran TV pemerintah China, CCTV. Konteks (adegan): seorang duta besar dari negara Arab menghadiahkan potret Nabi Muhammad (SAW) kepada kaisar selama Dinasti Tang. Bisakah kita sekarang memboikot barang-barang China?" kata Arslan Hidayat dalam cuitannya.[rmol]