Prabowo Jadi Menteri Terbaik Karena Bimbingan Jokowi? Ini Bacaan Cak Hamid
logo

5 November 2020

Prabowo Jadi Menteri Terbaik Karena Bimbingan Jokowi? Ini Bacaan Cak Hamid

Prabowo Jadi Menteri Terbaik Karena Bimbingan Jokowi? Ini Bacaan Cak Hamid



GELORA.CO - Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto kembali menjadi menteri yang dianggap kinerjanya paling baik di Kabinet Indonesia Maju pimpinan Jokowi-Maruf.

Lembaga survei Indo Barometer baru saja merilis hasil survei kinerja menteri Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024 selama setahun menjabat.



Hasilnya, Prabowo Subianto (29,3 persen), disusul berurutan Nadiem Makarim (16,3 persen), Sri Mulyani Indrawati (15,2 persen), Erick Thohir (12,2 persen), dan Mahfud MD (8,8 persen).

Ada yang menilai, capain positif Prabowo itu tidak lepas dari proses bimbingan Presiden Jokowi sebagai atasan.

Pengamat politik yang juga Direktur Visi Indonesia Strategis, Abdul Hamid mengatakan, penilaian itu sah-sah saja. Tapi menurutnya, itu bukan faktor utama apalagi faktor tunggal.

"Saya kira bisa iya bisa tidak. Jokowi sebagai presiden pasti memberikan bimbingan kepada para menterinya yang notabene sebagai pembantu presiden. Ada campur tangan presiden di sana, tapi menurut saya bukan faktor determinan," ujar Cak Hamid sapaan akrabnya saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (5/11).

Jelas Cak Hamid, apabila bimbingan Jokowi betul-betul efektif, seharusnya semua menteri akan berprestasi. Selanjutnya, tidak ada cerita Jokowi marah-marah saat rapat kabinet, seperti yang kerap terjadi belakangan ini.

"Artinya apa, Prabowo dipersepsikan sebagai menteri paling berprestasi ya tentu faktor utamanya adalah karena dia berhasil menunjukkan dirinya sebagai orang yang benar-benar mampu bekerja dengan baik dan maksimal. Dia bisa menempatkan dirinya dengan baik, baik saat menjadi capres lawan Jokowi ataupun saat menjadi pembantu presiden," ucapnya.

Tapi, masih bacaan Cak Hamaid, penilaian sebagai menteri terbaik yang dialamatkan kepada Prabowo sifatnya masih sangat reduktif.

Karena bagaimana pun, ketua umum Partai Gerindra itu merupakan mantan capres, punya basis pendukung yang lumayan banyak dan masih loyal. Sementara menteri-menteri yang lain tidak punya basis suara yang cukup.

"Diakui atau tidak, basis pemilih saat pilpres turut andil juga dalam menempatkan Prabowo sebagai menteri terbaik. Itulah value added Prabowo ketimbang menteri lainnya," tutup Cak Hamaid. (RMOL)