Nikita Sebut Habib Tukang Obat, Pendukung HRS Anggap Sampah
logo

14 November 2020

Nikita Sebut Habib Tukang Obat, Pendukung HRS Anggap Sampah

Nikita Sebut Habib Tukang Obat, Pendukung HRS Anggap Sampah


GELORA.CO - Nikita Mirzani kembali membuat heboh publik dengan pernyataannya di media sosial. Kali ini, Nikita Mirzani membuat heboh lantaran mengomentari Habib Rizieq Syihab.
Awalnya, Nikita merekam dirinya sambil berkata dia mengeluhkan ramainya orang yang menjemput Habib Rizieq saat tiba di Indonesia. Kemudian dia menyebut nama habib adalah tukang obat. Pernyataan itu diunggah Nikita di Instagram Stories miliknya.

"Gara-gara Habib Rizieq pulang sekarang ke Jakarta, penjemputannya gila-gilaan. Nama habib itu adalah tukang obat. Screenshot! Nah nanti banyak nih antek-anteknya mulai nih, nggak takut juga gue," ujar Nikita di Instagram Stories kala itu.


Ucapan Nikita Mirzani itu direspons seseorang bernama Habib Alwi. Pernyataan Nikita dinilai menghina Habib Rizieq dan arti habib.

"Teruntuk Nikita Mirzani yang terang-terangan telah berani menghina imam kami, Habib Rizieq Shihab, dan yang telah terang-terangan mengatakan habib adalah tukang obat," tutur Alwi dalam video.

Habib Alwi meminta Nikita Mirzani klarifikasi dan minta maaf sudah bicara hal tersebut. Sebab kalau tidak, ia siap melaporkan ibu tiga anak itu ke polisi.

"Apabila statement yang telah anda sampaikan dalam waktu 1X24 jam anda tidak mengklarifikasi dan tidak minta maaf, maka niscaya saya Alwi akan membuat LP (laporan polisi) untuk anda dan umat muslim akan memberikan pelajaran terhadap anda. Camkan ucapan saya baik-baik," kata Alwi.


Nikita Mirzani pun menyatakan kalau dirinya tidak takut dengan ancaman Habib Alwi. Dia pun menanti laporan Habib Alwi itu.

"Para antek2... fix gak di buat2. Seru nih lawan. Gue tungguin," tulis Nikita di Instagram Stories.



Lain hal dengan Habib Alwi, ustaz Maaher At-Thuwailibi mengatakan akan menurunkan 800 orang untuk menggeruduk rumah Nikita Mirzani. Hal itu dilakukan jika Nikita tidak meminta maaf kepada Habib Rizieq.

"Kepada saudari Nikita Mirzani yang sudah menyudutkan dan merendahkan imam besar kami Habib Rizieq dengan sebutan tukang obat. Tidak layak seorang muslimin dan muslimat yang mengaku beriman kepada Allah dan Rasulnya menghina seorang ulama, apalagi beliau adalah cucu dari para cucu baginda Rasulullah SAW. Kalau kita tidak bisa menjadi orang saleh, setidaknya jangan memusuhi orang-orang saleh," ujar Maaher.


"Kepadamu l**** oplosan, penjual s*********** saya imbau 1X24 jam kau tidak melakukan klarifikasi dan permintaan maaf di depan publik secara terbuka saya Maaher At-Thuwailibi secara terbuka bersama 800 laskar pembela ulama akan mengepung rumahmu. Saya serius, saya tidak main-main, kita lihat apa yang terjadi. Darah kami kucurkan untuk membela kehormatan cucu Rasulullah SAW," lanjutnya.

Terkait hal itu, Wakapolres Metro Jakarta Selatan AKBP Antonius Agus Rahmanto mengatakan, pihaknya akan melakukan patroli di lingkungan tempat tinggal Nikita Mirzani.

"Dari semalam anggota kami sudah patroli pengamanan di sekitar kediaman yang bersangkutan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," kata Agus dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (13/11).

Agus mengatakan, patroli di lingkungan tempat tinggal Nikita Mirzani masih dilakukan. Tidak ada permintaan dari Nikita Mirzani soal pengamanan ini, namun Agus mengatakan bahwa hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.

FPI Kompak Anggap Nikita Mirzani Sampah

Berbeda dengan respons Habib Alwi dan ustaz Maaher, FPI seakan-akan tidak memusingkan pernyataan Nikita Mirzani. Malah FPI menganggap Nikita sebagai sampah.

"Tanggapan kami, sampah, tidak perlu ditanggapi," kata tim kuasa hukum FPI, Aziz Yanuar, melalui pesan singkat, Jumat (13/11).


Azis menegaskan tindakan yang dilakukan FPI harus atas perintah Habib Rizieq. Untuk saat ini, sebut Azis, pihaknya tak mau menanggapi pernyataan Nikita lebih jauh.

"Kami bertindak jika ada perintah dari imam besar Habib Muhammad Rizieq Syihab. Untuk saat ini respons kami, sampah, tidak perlu ditanggapi," tuturnya.

Respon serupa disampaikan Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 yang juga Ketua DPP FPI Slamet Ma'arif. Dia juga menyebut Nikita sampah.

"Sampah, tidak usah ditanggapi," tegas Slamet.(dtk)