Kampanye Yusuf-Riza Dibubarkan Panwascam, Timses Ancam Lapor DKPP
logo

11 November 2020

Kampanye Yusuf-Riza Dibubarkan Panwascam, Timses Ancam Lapor DKPP

Kampanye Yusuf-Riza Dibubarkan Panwascam, Timses Ancam Lapor DKPP


GELORA.CO - Kampanye pasangan calon atau paslon 01 Pilkada Banyuwangi, Yusuf Widyatmoko-Muhammad Riza Aziziy, yang dibubarkan Panwascam Genteng diprotes tim sukses (timses).

DPC Demokrat Banyuwangi sebagai pengusung Yusuf-Riza, mengancam akan melaporkan oknum Bawaslu kepada Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP).



"Video pembubaran kampanye yang beredar itu terjadi saat menghadiri acara pentas seni yang digelar oleh para seniman. Hadir pula sebagai undangan, cabup Banyuwangi, Yusuf Widyatmoko," kata Ketua DPC Demokrat Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto, kepada Kantor Berita RMOLJatim, Selasa (10/11)

Pembubaran paksa itu, sambungnya, dilakukan oleh oknum Panwascam Genteng. Padahal, kata dia, sebelum Yusuf Widyatmoko datang, anggota Panwascam yang lainnya tengah bersamanya di sebuah kafe, ngobrol santai.

Tak lama setelah cabup Yusuf datang, oknum Panwascam Genteng yang diketahui adalah Catur Mariyati mengambil microphone artis. Hingga akhirnya terjadilah dugaan pengusiran dan pembubaran kampanye itu.

"Setelah saya duduk dengan Pak Yusuf, tiba-tiba oknum Panwascam itu datang mengambil mic di atas panggung, wah ini tidak boleh kesenian tidak boleh dibuat kampanye. Untuk itu, saya minta Pak Yusuf keluar dari sini," ujarnya menirukan ucapan Panwascam.

Anehnya lagi, kata dia, di akhir ucapannya mengatakan, oknum Panwascam itu mempersilahkan acara dilanjutkan.

"Jadi yang dilarang itu orangnya, bukan acaranya. Kalau memang acaranya tidak boleh ya sudah dibubarkan. Yang membubarkan itu jangan Panwascam, seharusnya koordinasi dengan Kepolisian," jelas Michael.

Dia juga menyayangkan sikap oknum Panwascam yang tidak permisi, langsung mengambil mic yang akan digunakan para penyanyi.

"Setelah diambil mic-nya, saya diusir. Kalau memang salah ya lakukan sesuai tupoksi panwas. Tidak ada etika saat mengambil mic," keluhnya.

"Yang membuat saya marah, karena di situ ada calon bupati saya, tidak ngomong yang baik, tidak menghargai," ungkapnya.

Menanggapi hal itu, atas nama partai pengusung pasangan calon Yusuf-Riza, Demokrat akan melaporkan kejadian tersebut kepada DKPP. Sebab, kata dia, sikap komisioner Bawaslu yang membagi-bagikan video tersebut telah merugikan Paslon 01.

"Video kejadian marah-marah dari tim saya pada panwascam yang di-share kemana-mana, seakan-akan masyarakat melihat kita arogan," demikian Michael. (RMOL)