Hasil Pilpres AS segera Muncul, TPS Sudah Ditutup, Joe Biden Ungguli Donald Trump
logo

4 November 2020

Hasil Pilpres AS segera Muncul, TPS Sudah Ditutup, Joe Biden Ungguli Donald Trump

Hasil Pilpres AS segera Muncul, TPS Sudah Ditutup, Joe Biden Ungguli Donald Trump


GELORA.CO - Telah ditutup pemungutan suara pemilihan presiden Amerika Serikat yang memperhadapkan petahana Donald Trump dan kandidat Partai Demokrat, Joe Biden.

Georgia adalah salah satu negara bagian penentu hasil Pilpres AS yang baru saja merampungkan pemungutan suara. Namun, di tempat lain, pemungutan suara masih berlangsung.

Lebih dari 100 juta orang telah menentukan pilihan mereka lebih dulu melalui sistem early voting. Jumlah ini menjadi indikasi bahwa total pemilih dalam pilpres kali ini merupakan yang terbesar dalam seabad.

Hasil awal diperkirakan akan segera muncul dari negara bagian yang menjadi kantung kekuasaan Demokrat dan Republik.

Pada pukul 19.00 EST (07.00 WIB) berbagai TPS ditutup di Negara Bagian Georgia, Indiana, Kentucky, South Carolina, Vermont, dan Virginia. Menyusul kemudian TPS-TPS di Negara Bagian North Carolina (15 suara electoral); Ohio (18 suara electoral); dan West Virginia (5 suara electoral).

BBC memproyeksikan Trump menang di Indiana. Beberapa media AS memproyeksikan Biden menang di Vermont.

CBS News, mitra BBC di AS, melaporkan Kentucky dan South Carolina condong ke Trump, sedangkan Virginia condong ke Biden.

Warga Amerika Serikat berduyun-duyun menuju tempat pemungutan suara untuk memilih presiden dalam pemilu yang paling memecah-belah rakyatnya dalam puluhan tahun terakhir.

Jumlah orang-orang yang menggunakan hak suara mereka ditengarai memecahkan rekor dalam pemilihan umum kali ini. Kertas-kertas suara berdatangan dari para pemilih yang memilih lebih dulu alias early voting ditambah para pemilih yang antre memilih pada 3 November.

Di sejumlah TPS, warga antre sejak dini hari untuk mencoblos dengan pilihan petahana dari Partai Republik, Donald Trump dan penantangnya Joe Biden dari Partai Demokrat.

TPS dibuat di sejumlah tempat termasuk sekolah-sekolah dan perpustakaan.

Shinta, seorang warga AS asal Indonesia, mengatakan banyak pemilih yang antre sejak pagi di Philadephia, tempatnya bermukim.

"Banyak sekali para pemilih yang sudah antre dari jam 7 pagi, bahkan sudah ada yang antre dari jam 5 atau 6 pagi. Mereka memang antusias ya untuk memilih kandidatnya masing-masing," kata Shinta kepada BBC News Indonesia.

Profesor Michael McDonald dari Universitas Florida, yang menekuni pemilihan awal, mengatakan Oregon menjadi negara bagian kelima di AS yang jumlah suaranya melampaui total suara pada pemilu 2016.

Keempat negara bagian lainnya adalah Texas, Hawaii, Montana, dan Washington.

Hawaii, Oregon, dan Washington bukanlah negara bagian yang dianggap sebagai penentu dalam pemilu, namun sebagaimana dilaporkan wartawan BBC di AS, Laura Trevelyan, rekor jumlah suara tersebut menandakan warga ingin didengar. []