Gunung Merapi Siaga, 1.457 Jiwa dari DIY-Jateng Mengungsi
logo

13 November 2020

Gunung Merapi Siaga, 1.457 Jiwa dari DIY-Jateng Mengungsi

Gunung Merapi Siaga, 1.457 Jiwa dari DIY-Jateng Mengungsi


GELORA.CO -Status Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)-Jawa Tengah (Jateng) saat ini Siaga (level III). Ribuan orang kelompok rentan yang berasal dari 4 kabupaten di DIY-Jateng telah diungsikan.

Kepala Pelaksana BPBD DIY Biwara Yuswantana menjelaskan sesuai rekomendasi BPPTKG, di Sleman hanya Kapanewon Cangkringan yang masuk dalam radius potensi bahaya 5 km. Data sementara sampai Kamis (12/11) malam ada 196 warga dari kelompok rentan maupun dewasa yang mengungsi. Evakuasi warga hanya dari Padukuhan Kalitengah Lor, Kalurahan Glagaharjo.

"Update tadi malam ada 196 warga yang sudah dievakuasi. Rinciannya lansia 86 orang, anak-anak 24 orang, balita 25 orang, ibu hamil ada 1 orang, ibu menyusui 17 orang, dan disabilitas ada 14 orang," kata Biwara saat zoom meeting BNPB dan Pemda DIY-Jateng terkait kondisi Gunung Merapi terkini, Jumat (13/11/2020).



Warga Kalitengah Lor yang mengungsi itu ditempatkan di barak pengungsian Balai Kalurahan Glagaharjo. Sebagian ditempatkan di sekolah yang jaraknya berdekatan dengan balai kalurahan.

"Jadi 196 pengungsi itu yang menempati barak pengungsian Glagaharjo dan SD Muhammadiyah Cepitsari, tempatnya berdekatan," ungkapnya.

BPBD, kata Biwara, juga telah melakukan langkah lebih lanjut. Seperti mempersiapkan barak pengungsian.

"Sudah kita siapkan barak di Padukuhan Gayam, Argomulyo, sudah siap apabila nanti ada tambahan warga yang turun," sebutnya.

Kemudian, untuk sektor barat dan tengah lereng Merapi, BPBD telah melakukan pendataan di Padukuhan Turgo. "Sektor barat sudah kami lakukan pendataan di Turgo ada 510 warga kemudian yang rentan 196 jiwa," urainya.


Sementara itu, Plt Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Provinsi Jawa Tengah Safrudin memaparkan, sejak ada penetapan status Merapi menjadi siaga, BPBD telah mengungsikan ribuan orang. Para pengungsi berasal dari tiga kabupaten yaitu Magelang, Boyolali dan Klaten.

"Kami ungsikan warga di tiga kabupaten sesuai dengan rekomendasi (potensi bahaya) BPPTKG. Bahkan desa lain yang tidak masuk dalam rekomendasi (bahaya) turut mengungsi yaitu di Desa Keningar," kata Safrudin.

Ia menjabarkan di Kabupaten Magelang total ada 808 jiwa yang mengungsi dan tersebar di berbagai desa penyangga. Kemudian di Kabupaten Klaten data pengungsi sementara mencapai 325 pengungsi. Kabupaten Boyolali berdasarkan data sementara ada 128 pengungsi.


"Total dari tiga kabupaten yaitu Magelang, Klaten dan Boyolali ada 1.261 pengungsi dari kelompok rentan," ucapnya.

Lebih lanjut, selain mengungsikan warga dari kelompok rentan, BPBD juga mengevakuasi ternak warga. Jumlahnya mencapai ribuan ternak.

"Selain masyarakat ada juga ternak. Ada 2.874 ekor ternak dari Boyolali, dan di Klaten ada 96 ekor ternak," pungkasnya.(dtk)