Fakta-Fakta Menarik Pemilu AS 2020, Dari Pandemi Sampai Pemilu Termahal dalam Sejarah
logo

4 November 2020

Fakta-Fakta Menarik Pemilu AS 2020, Dari Pandemi Sampai Pemilu Termahal dalam Sejarah

Fakta-Fakta Menarik Pemilu AS 2020, Dari Pandemi Sampai Pemilu Termahal dalam Sejarah


GELORA.CO - Pemilihan umum presiden Amerika Serikat kini selalu menjadi perhatian tidak hanya bagi rakyat AS saja tapi juga seluruh dunia. Bisa dibilang pemilu AS ini menjadi pemilu yang paling disorot di muka bumi.

Berikut sederet fakta menari pemilu AS di 2020 ini:

Digelar di tengah pandemi

Ini pertama kalinya pilpres AS digelar di tengah pandemi yang tidak hanya melanda AS saja tapi seluruh dunia.

Pada pemilihan paruh waktu ketika terjadi pandemi flu Spanyol 1918, jumlah pemilih di AS turun hingga 20 persen meski juga ada fakta 2 juta warga AS ikut bertempur di Perang Dunia I. Ketika calon presiden dari Partai Republik Warren G Harding menang pada 1920, pandemi flu sudah berlalu.

Warga memilih lewat surat

Tahun ini akibat pandemi maka di sejumlah wilayah pencoblosan dilakukan lebih awal dari jadwal pemilu serentak 3 November lewat surat atau lainnya. Kondisi ini membuat hasil akhir pemilu baru bisa diketahui setelah beberapa hari atau pekan. Di tahun ini juga terjadi rekor lebih dari 100 juta pemilih melakukan pemilihan awal.

Pemilu termahal


Rangkaian pemilu 2020, termasuk pilpres dan anggota Kongres, menyedot biaya hingga USD 14 miliar atau setara Rp 203 triliun, menjadi yang termahal dalam sejarah AS. Biaya pemilu tahun ini masih lebih besar dari dua pemilu sebelumnya digabungkan.

Pada pemilu 2016, biaya pemilu mencapai USD 6,5 miliar dan pada Pemilu 2012 mencapai 6,3 miliar.

Fakta menarik tentang kedua kandidat

*Jika kalah, Trump menjadi presiden pertama yang kalah dari mantan wakil presiden

*Jika Trump memang maka ini menjadi pertama kalinya dalam sejarah AS seorang presiden terpilih kembali selama empat kali pemilu berturut-turut. Rekor sebelumnya sebanyak tiga pemilu berturut-turut terjadi masa era Thomas Jefferson, James Madison, James Monroe pada 1801 hingga 1824. Kemudian Bill Clinton, George W Bush dan Barack Obama juga mencatat hal sama pda 1993 hingga 2016.

*Trump juga masih bisa mencatat sejarah jika dia kalah. Jika Trump kalah dan Biden tidak maju lagi dalam pemilu 2024 maka rakyat AS akan punya presiden satu periode saja sejak Benjamin Harrison dan Grover Cleveland pada 1889 hingga 1897.

*Presiden tertua: jika terpilih, Biden akan mengalahkan Trump sebagai presiden terpilih yang tertua dengan selisih delapan tahun. Biden yang memulai karir politiknya sejak menjadi senator termuda keenam dalam sejarah AS ketika dilantik di usia 30 tahun satu bulan dan 14 hari, akan menjadi presiden tertua jika terpilih di usianya saat ini 78 tahun dua bulan saat dilantik Januari nanti.

*Jika Biden terpilih maka Kamala Harris akan menjadi wakil presiden perempuan pertama dalam sejarah dan dia juga menjadi perempuan kulit hitam pertama yang maju sebagai wakil presiden.[mdk]