Twitter Menangguhkan Akun Yang Terang-terangan Menginginkan Kematian Trump

Twitter Menangguhkan Akun Yang Terang-terangan Menginginkan Kematian Trump

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Banyak yang berharap Presiden Donald Trump segera sembuh dari Covid-19, tetapi banyak juga yang menulis cuitannya tentang harapan kematiannya. Twitter pun mengatakan akan menangguhkan pengguna yang secara terbuka menggunakan platform tersebut untuk menuliskan soal harapan kematian Trump.

Raksasa media sosial Twitter telah memperingatkan mereka dapat menangguhkan pengguna atau memaksa pengguna untuk menghapus tweet karena komentar semacam itu akan melanggar kebijakan perilaku kasarnya.

Dengan kata lain: Anda tidak dapat men-tweet bahwa Anda berharap Trump meninggal karena Covid-19.

"Konten yang menginginkan, mengharapkan, atau mengungkapkan keinginan untuk mati, cedera tubuh yang serius atau penyakit fatal terhadap seseorang adalah melanggar aturan kami," kata juru bicara Twitter dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari The Guardian, Sabtu (3/10).

Sesuai dengan kebijakan perilaku penyalahgunaan Twitter, konten terlarang itu mencakup "harapan seseorang meninggal akibat penyakit serius".

Pengguna diharuskan menghapus tweet yang melanggar itu, dan selama itu pengguna tidak bisa menggunakan akunnya untuk menulis sesuatu kecuali 'hanya baca'.

Jika pengguna telah melakukan pelanggaran seperti itu sebelumnya, mereka mungkin menghadapi penangguhan yang lebih panjang, bahkan permanen.

Trump saat ini sedang dirawat di Walter Reed Medical Center, di mana dia akan menjalani karantina dan perawatan.

Trump menggunakan helikopter militer Marine One ke rumah sakit, berangkat pada Jumat (2/10) waktu setempat, di mana dia diperkirakan akan tinggal selama beberapa hari, menurut juru bicara Gedung Putih.

"Kami memprioritaskan penghapusan konten jika ada ajakan bertindak yang jelas yang berpotensi menyebabkan kerusakan dunia nyata," kata seorang perwakilan Twitter. [rmol
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita