ProDEM: Setiap Demo Rusuh Dibilang Bayaran, Kan Sudah Diingatkan Kebijakannya Akan Picu Kerusuhan

ProDEM: Setiap Demo Rusuh Dibilang Bayaran, Kan Sudah Diingatkan Kebijakannya Akan Picu Kerusuhan

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Tudingan unjuk rasa di sejumlah kota di tanah air pada Kamis (8/10) ditunggangi kelompok tertentu dirasa aneh. Apalagi jika kemudian yang datang dalam aksi tersebut dianggap sebagai masa bayaran.

Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule mengaku tidak habis pikir dengan tudingan-tudingan semacam itu.

“Ampun. Setiap rakyat berdemo dan ada kericuhan, selalu dituduh bayaran,” tegasnya, Jumat (9/10).

Seharusnya, kata Iwan Sumule, pemerintah dan pendukung istana tidak kaget dengan kerusuhan yang terjadi. Sebab, sudah jauh hari ProDEM mengingatkan bahwa dua kebijakan dari pemerintah akan memicu kerusuhan.

Dua kebijakan yang diambil adalah penerbitan Perppu 1/2020 yang kini jadi UU 2/2020 dan Omnibus Law UU Ciptaker. Aktivis ProDEM bahkan sempat menyuarakan penolakan pada dua kebijakan tersebut dengan berunjuk rasa di gedung DPR.

“Sudah lama diingatkan kebijakan itu akan picu kericuhan,” ujar Iwan Sumule menekankan.

Terlepas dari itu, Iwan Sumule menilai ada yang lebih gawat. Yaitu saat aparat mulai bertindak anarkis dengan memukuli para pendemo. Padahal mereka dibayar oleh rakyat yang aspirasinya sedang disampaikan oleh pendemo yang dipukuli itu.

“Yang gawat itu rakyat demo dan aparat yang dibayar dari uang rakyat memukul pendemo. Anehnya, demo besar akan dibuat klimaks, agar tak berlanjut. Iya nggak sih?” tutupnya. (*)
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita