Ketika Soekarno Menginginkan Haryatie, Oesman Ditangkap dan Ditahan gegara Menghalangi -->
logo

5 Oktober 2020

Ketika Soekarno Menginginkan Haryatie, Oesman Ditangkap dan Ditahan gegara Menghalangi

Ketika Soekarno Menginginkan Haryatie, Oesman Ditangkap dan Ditahan gegara Menghalangi

GELORA.CO - Dalam beberapa buku sejarah, Presiden Soekarno diinformasikan memiliki sembilan istri. Pada tahun 1963, Bung Karno yang saat itu berusia 62 tahun menikahi Ibu Hariyatie, perawan usia 23 tahun. Ini adalah pernikahan Bung Karno setelah dengan Madame Dewi pada tahun sebelumnya.

Rumor saat itu bahwa Haryatie sebenarnya sudah memiliki pacar bernama Sakrie Soenarto, seorang Mayor CPM dan putra dari tokoh Masyumi, dr. Soekiman Wirjosandjojo.

Dua hari sebelum hari pernikahan, Sakrie ditahan dan masuk penjara. Dalam bukunya, Haryatie menolak keras tuduhan banyak orang bahwa dialah penyebab utama Sakrie ditahan.

Dan, ternyata ada satu nama lagi yang menjadi penghalang niat Bung Karno menikahi Bu Haryatie : yakni seseorang bernama Oesman. Oesman adalah pengusaha yang tinggal di Surabaya yang merupakan kerabat Haryatie.

Dalam buku memoar Jaksa Agung Singgih, dikisahkan sebuah cerita menarik di halaman 78 dalam bab “Diperalat Penguasa”. Alkisah pada tahun 1963, Singgih yang waktu itu menjabat Kepala Bagian Kriminal Dinas Reserse Pusat Kejaksaan dipanggil Brigjen Soenarjo, Jaksa Agung Muda (julukannya “Kakek”). Singgih diminta untuk melaksanakan tugas yang bertentangan dengan hati nuraninya sebagai seorang jaksa.

Berikut ini percakapan antara Singgih dan Soenarjo

Soenarjo : “Ini permintaan Bung Karno”

Singgih : “Apa perintahnya Pak?”, sambil terkejut apa gerangan seorang Pemimpin Besar Revolusi memberi perintah kepadanya melalui Soenarjo.

Soenarjo : “Bung Karno meminta Saudara menangkap seorang pengusaha Surabaya bernama Oesman.”

“Bung Karno tidak suka dengan orang itu, karena menghalang-halangi keinginan Bung Karno mengawini Haryatie”, lanjut Soenarjo.

Soenarjo : “Pokoknya orang ini harus masuk. Tidak tahu bagaimana caranya terserah Saudara. You berangkat ke Surabaya, hubungi jaksa di sana, suruh periksa, cari kesalahannya kemudian tahan !”, instruksi Soenarjo kepada Singgih tegas.

Dengan hati pilu, Singgih berangkat ke Surabaya. Saat itu Bung Karno sedang berada di puncak kejayaannya, dan tidak ada yang berani menolak titahnya.

Oesman adalah kerabat Haryatie yang mencoba menghalang-halangi rencana pernikahan tersebut sehingga membuat Bung Karno marah. ~ Singgih dalam buku memoarnya merasa sangat terkejut alang kepalang mendengar perintah ini. Ini adalah persoalan pribadi antara seorang pria dengan perempuan, dan Singgih tidak bisa begitu saja menangkap orang.

Singkat cerita, pihak Kejaksaan menjerat Oesman dengan pasal UU tindak pidana ekonomi, setelah menemukan Oesman memiliki gudang yang tidak dilengkapi izin.

Referensi:
buku 1. “Hariyatie Soekarno” – Grasindo 2001
buku 2. “Singgih – Memoar Seorang Jaksa Agung” – 2003

source: 
https://www.sejarahone.id/ketika-soekarno-menginginkan-haryatie-oesman-menjadi-tahanan/