Heboh Kemunculan Diduga Lintang Kemukus di Taurid Selatan, Menurut Primbon Jawa: Ada Pemimpin Meninggal Dunia -->
logo

11 Oktober 2020

Heboh Kemunculan Diduga Lintang Kemukus di Taurid Selatan, Menurut Primbon Jawa: Ada Pemimpin Meninggal Dunia

Heboh Kemunculan Diduga Lintang Kemukus di Taurid Selatan, Menurut Primbon Jawa: Ada Pemimpin Meninggal Dunia


GELORA.CO - Media sosial dihebohkan dengan penampakan cahaya bersinar terang di langit malam Tuban, Jawa Timur Sabtu (10/10/2020) malam.

Netizen mengatakan bahwa cahaya terang itu adalah Lintang Kemukus, yang mitosnya, kemunculannya akan membawa pertanda untuk suatu daerah.

Namun, apa yang dianggap sebagai Lintang Kemukus oleh netizen, tampaknya merupakan bagian dari hujan meteor Taurid Selatan.

Hujan meteor Taurid Selatan mencapai puncaknya pada Sabtu (10/10/2020), dan melesat dengan kecepatan sekitar 28km per detik.

Avivah Yamani, penggiat astronomi dari Komunitas Langit Selatan Bandung mengatakan bahwa penampakan hujan meteor Taurid ini akan terlihat seperti bola api.

Hujan meteor Taurid Selatan akan menyambung peristiwa hujan meteor Draconid yang terjadi mulai dari tanggal 6-10 Oktober.

Hujan meteor Taurid Selatan bisa dinikmati di seluruh wilayah Indonesia dengan kondisi minim polusi cahaya.

Lintang Kemukus dalam kebudayaan Jawa

Masyarakat Jawa sering mengaitkan kemunculan Lintang Kemukus dengan pertanda akan terjadi sesuatu yang berhubungan dengan kekuasaan atau kepemimpinan suatu wilayah.

Pemaknaaan ini berbeda sesuai arah jatuhnya Lintang Kemukus.

Inilah penjelasannya berdasarkan Kitab Primbon Betaljemur Adammakna:

Bila di Wetan (Timur), maka pemimpin akan hidup prihatin, dan jajaran di bawahnya akan kesusahan.

Bila di Kidul Wetan (Tenggara), maka ada pemimpin yang meninggal dunia atau terjadinya wabah penyakit yang menimbulkan kesulitan hidup bagi banyak orang.

Bila di Kidul (Selatan), tandanya ada pemimpin yang meninggal dunia, kekuasaan daerah gonjang-ganjing, dan orang desa mengalami kesulitan hidup.

Bila di Kidul Kulon (Barat Daya), artinya ada pemimpin yang meninggal dunia, hasil panen berlimpah, namun hewan ternak banyak yang mati.

Bila muncul di Kulon (Barat), tandanya ada penobatan pemimpin baru dan rakyat merasa gembira. Hasil panen berlimpah, dan akan turun hujan dalam waktu lama.

Bila di Lor Kulon (Barat Laut), tandanya para pejabat saling memperebutkan kekuasaan, dan rakyat yang menanggung akibatnya.

Bila di Lor (Utara), tandanya pemimpin mengalami kesulitan menjalankan pemerintahannya, para bawahannya saling berselisih paham, dan rakyat mengalami kemelaratan.

Bila di Lor Wetan (Timur Laut), tandanya pemimpin akan ditinggalkan oleh rakyatnya, terjadi kerusakan di berbagai pelosok daerah, dan banyak pejabat meninggal.