Bawaslu Medan Hentikan Proses Laporan Dugaan Pelanggaran Akhyar Nasution
logo

25 Oktober 2020

Bawaslu Medan Hentikan Proses Laporan Dugaan Pelanggaran Akhyar Nasution

Bawaslu Medan Hentikan Proses Laporan Dugaan Pelanggaran Akhyar Nasution


GELORA.CO - Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) secara resmi menghentikan proses laporan dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan Calon Wali Kota Medan nomor urut 1, Akhyar Nasution.

Hal ini ditegaskan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Medan, Payung Harahap. “Secara resmi sudah dihentikan. Surat pemberitahuannya sudah saya tandatangan tadi malam dan ditempel di papan pemberitahuan di Kantor Bawaslu,” ujar Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Medan, Payung Harahap, Sabtu (24/10/2020).

Payung menyebut laporan yang dilayangkan pelapor yaitu Hasan Basri Sinaga itu tidak memenuhi unsur pelanggaran Pemilu. “Laporan yang diberikan tidak memenuhi unsur-unsur pelanggaran pemilihan,” jelasnya.

Diurainya, dalam laporan yang tergistrasi dengan nomor : 01/REG/LP/PW/Kota/02.01/X/2020, bahwa Gakkumdu sudah meminta klarifikasi baik dari pelapor maupun terlapor.

“Kedua pihak sudah kita klarifikasi beberapa hari lalu. Hasilnya kami menilai tidak memenuhi unsur pelanggaran pemilihan,” sebutnya.

Diberitakan sebelumnya, Akhyar Nastion dilaporkan seorang warga Medan Marelan, Hasan Basri Sinaga. Dimana Hasan menilai, Akhyar telah melakukan pelanggaran pemilihan dengan berkampanye di lingkungan pendidikan bersama anak di bawah umur saat berkunjung di Rumah Tahfidz Anwar Saadah binaan Keluarga Besar Di bawah Pohon Roda (Dipora).

Hasan melapor ke Bawaslu Medan berdasarkan postingan di media sosial Facebook yang mengabadikan momen Akhyar di rumah tahfidz tersebut.

Akhyar sendiri menjelaskan dirinya hadir di lokasi karena diundang oleh salah seorang pemilik rumah tahfidz tersebut, yang ingin menunjukkan pendidikan di tempat itu gratis.

“Saya bilang terima kasih. Bapak sudah menyiapkan tempat dan kepada orang tua yang telah mengirim anak-anaknya ke sekolah tahfidz ini. Artinya saya berterima kasih telah menyelamatkan anak-anak kita dari pengaruh-pengaruh luar. Sehingga anak-anak kita mendapatkan pengetahuan dan ilmu serta menghafal Alquran. Saya berterima kasih. Saya mengucapkan terima kasih ini dengan kode dua jempol di tengah-tengah anak-anak itu ajanya,” ungkapnya kepada wartawan beberapa hari lalu.

Dia membantah melakukan kegiatan kampanye di tempat itu. “Tidak ada kampanye, hanya ditunjukkan ini sekolah tahfizd banyak santrinya. Tapi tidak kampanye di situ, hanya kunjungan,” jelasnya. [psid]