Serba Biru Mulyadi Daftar ke KPU, Tinggalkan PDI Perjuangan -->
logo

7 September 2020

Serba Biru Mulyadi Daftar ke KPU, Tinggalkan PDI Perjuangan

Serba Biru Mulyadi Daftar ke KPU, Tinggalkan PDI Perjuangan

GELORA.CO - Bakal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mulyadi-Ali Mukhni sebagai kontestan terakhir yang mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbar. Mereka hanya diusung Demokrat dan PAN tanpa PDI Perjuangan.

Pantauan Gatra.com, mereka datang ke KPU sekitar pukul 16.45 WIB dengan baju serba biru berpeci hitam. Pasangan calon itu juga didampingi puluhan tim pendukung koalisi, Sekretaris DPD Demokrat Sumbar, Ketua DPW PAN Sumbar, Ketua DPD Demokrat Sumbar, dan Ketua MPP PAN Sumbar tanpa perwakilan PDI Perjuangan.

"Alhamdulillah, kami pasangan calon gubernur dan wakil gubernur telah mendaftar ke KPU Sumbar. Kami dinyatakan sah serta lengkap. Jadi kami sudah melalui tahapan awal untuk penetapan calon," kata Mulyadi kepada awak media, Minggu (6/9).

Pasangan Mulyadi-Ali Mukhni juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses pelaksanaan pendaftaran hingga ke KPU Sumbar. Terutama bagi semua masyarakat Sumbar yang telah memberikan dukungan dan dorongan untuk bisa maju dalam pemilihan gubernur (Pilgub) Sumbar.

Kendati hanya didukung koalisi Demokrat dan PAN, namun kedua partai tersebut memiliki 20 kursi yang melebihi syarat 13 kursi minimal. Apabila terpilih memimpin Sumbar lima tahun ke depan, pihaknya akan melakukan terobosan dan inovasi untuk kemajuan Sumbar sesuai yang diinginkan masyarakat Ranah Minangkabau.

"Kami telah mendengar langsung aspirasi masyarakat pelosok Sumbar. Terima kasih dukungannya, dengan harapan Sumbar ke depan menjadi berkah dan sejahtera," ujarnya.

Sebelumnya, pasangan anggota DPR RI dan Bupati Padang Pariaman itu telah mengembalikan surat rekomendasi dukungan dari PDI Perjuangan. SK dukungan itu dikembalikan selepas adanya komentar kontroversi oleh Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani terkait ideologi Pancasila yang dinilai menyinggung masyarakat Sumbar. [gatra]