Oktober Reshuffle, Relawan Jokowi Sangat Yakin Tiga Menteri Ini Akan Dicopot -->
logo

2 September 2020

Oktober Reshuffle, Relawan Jokowi Sangat Yakin Tiga Menteri Ini Akan Dicopot

Oktober Reshuffle, Relawan Jokowi Sangat Yakin Tiga Menteri Ini Akan Dicopot

GELORA.CO - Relawan Joko Widodo yang tergabung dalam Barisan Relawan Nusantara (Baranusa) memberikan bocoran nama-nama menteri yang akan dicopot atau reshuffle oleh Presiden Joko Widodo.

Bocoran ini disampaikan oleh Ketua Umum Baranusa, Adi Kurniawan yang menyebut bahwa Presiden Jokowi akan melakukan reshuffle pada Oktober 2020 nanti, seperti pada periode pertama pemerintahannya bersama Jusuf Kalla.

Adi pun turut menanggapi bocoran perombakan kabinet yang disampaikan oleh relawan Jokowi lainnya yang tergabung dalam Barisan Penggerak Rakyat Jokowi-Amin (Barak Join) yang dinilai terlalu sedikit menteri yang akan dicopot.

"Bocoran perombakan kabinet yang disampaikan dari kelompok relawan, yaitu Barak Join, tidak cukup akan membuat publik puas. Pasalnya, hanya sedikit menteri yang diganti dengan wajah baru," ujar Adi Kurniawan kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (2/9).

Menurut Adi, Presiden Jokowi telah mengerahkan segala tindakan luar biasa untuk menyelamatkan Indonesia dari jurang krisis ekonomi akibat pandemik Covid-19.

Namun, banyak menteri yang bekerja dengan tidak baik alias tidak memuaskan.

"Menteri-menteri yang akan diganti adalah Menteri BUMN (Erick Thohir), Menteri Keuangan (Sri Mulyani), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Nadiem Makarim). Sampai-sampai Presiden kesal di tengah wabah pendemik yang belum kunjung usai, belum lagi resesi ekonomi yang sedang mengintai. Menteri-menteri buat heboh terus di media," ungkap Adi.

Dia menambahkan, Kementerian BUMN merupakan alat usaha negara agar mampu mengangkat perekonomian demi kesejahteraan rakyat. Namun, di bawah nahkoda Erick, kementerian ini tidak berjalan dengan efektif dalam berkontribusi kepada pelaku usaha.

"Gimana mau dongkrak perekonomian. Kerjanya saja double menteri copot-copot komisaris dan direksi BUMN yang jumlahnya ribuan sama menjadi ketua komite pemulihan ekonomi nasional. Dia saja curhat terus di media," kata Adi.

Sedangkan Menkeu Sri Mulyani dan Mendikbud Nadiem Makarim, kerjanya hanya mengeluh dan kerap membuat gaduh.

"Kerjanya ngeluh dan bikin heboh terus," pungkas Adi. (Rmol)