Menteri Dan Ketua KPU Sudah Terpapar Covid-19, Mujahid 212: Semoga Pak Presiden Sadar Atas Peringatan Itu

Menteri Dan Ketua KPU Sudah Terpapar Covid-19, Mujahid 212: Semoga Pak Presiden Sadar Atas Peringatan Itu

Gelora Media
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - Presiden Joko Widodo seharusnya bisa bercermin dari orang-orang terdekatnya yang terpapar Covid-19 untuk membatalkan pelaksanaan Pilkada pada 9 Desember nanti.

Begitu yang disampaikan oleh Ketua Aliansi Anak Bangsa (AAB) yang juga Mujahid 212, Damai Hari Lubis kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (25/9).

Menurut Damai, Presiden Jokowi telah diberikan peringatan keras bagaimana bahayanya Covid-19 di tengah pilkada.

Peringatan keras yang dimaksud adalah, terdapat orang-orang di lingkaran Istana yang terpapar Covid-19. Seperti, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Agama Fachrul Razi, Menteri KKP Edhy Prabowo, hingga tiga komisioner KPU Arief Budiman (ketua), Pramono Ubaid Tantowi, dan Evi Novida Ginting Manik.

"Itu adalah cerminan dan peringatan keras kepada Bapak Presiden," ujar Damai Hari Lubis.

Peringatan-peringatan tersebut kata pengacara Imam Besar FPI M. Rizieq Shihab ini, merupakan sinyal keras agar Pilkada Serentak 2020 untuk ditunda.

"Peringatan-peringatan tersebut merupakan signal keras agar agenda maut Pilkada Serentak 2020 ditunda, sampai badai pagebluk reda," tegasnua.

Damai Hari Lubis pun berharap agar Presiden Jokowi diberikan kesadaran betapa bahayanya Covid-19 bagi rakyat jika pilkada di tengah pandemi ini tetap dilanjutkan.

"Semoga Jokowi selaku Presiden dan sebagai umat beragama insyaf serta sadar dan penuh kesabaran agar menyadari jabatan yang diperoleh manusia adalah kehendak Allah," tutupnya. (Rmol)
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita