Luhut Marahi Orang Menteri Kesehatan: Obat itu Kunci, Kita Bisa Selamatkan Nyawa -->
logo

25 September 2020

Luhut Marahi Orang Menteri Kesehatan: Obat itu Kunci, Kita Bisa Selamatkan Nyawa

Luhut Marahi Orang Menteri Kesehatan: Obat itu Kunci, Kita Bisa Selamatkan Nyawa


GELORA.CO - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, meminta agar para tenaga medis dapat memaksimalkan seluruh fasilitas untuk menangani pasien. 

Upaya untuk memaksimalkan penggunaan alat kesehatan, dinilai Luhut sangat vital. Terlebih situasi saat ini di mana obat dan vaksin dari virus corona masih belum juga ditemukan. 

"Saya jangan dibuat terharu, jadi saya sedih, karena kemarin saya sudah marahi ini semua orang Menteri Kesehatan, bahwa obat itu kunci, Bu. Jadi makanya obat, alat, training, itu jadi kunci. Makanya saya sudah bilang beliin saja itu alat, sehingga kita bisa menyelamatkan nyawa orang di ICU itu," ujar Luhut dalam rapat dengan tenaga medis, Jumat (25/9). 

Permintaan itu disampaikan Luhut kepada dokter spesialis paru di RSU Persahabatan, Erlina Burhan. Sebelumnya kepada Luhut, Erlina menyampaikan soal keluh kesah penanganan terhadap pasien positif COVID-19. 

Menurutnya para dokter dan tenaga kesehatan dibuat miris karena hingga kini RS hanya bisa memberikan vitamin yang dibutuhkan untuk meningkatkan daya tahan pasien. Hal itu terjadi karena masih belum dapat ditemukannya vaksin dan obat dari virus ini. 

"Ada teman-teman kami yang dari daerah menangis, mengatakan, lihat pasien tapi cuma bisa kasih vitamin, karena obat-obat sering tidak tersedia," ucap Erlina. 

Luhut lantas meyakinkan bahwa pemerintah dibantu para tenaga kesehatan perlahan dapat menekan angka penularan bahkan kematian akibat virus ini.  

Luhut pun meminta agar tiap RS menyampaikan inventaris alat kesehatan yang mereka butuhkan dalam proses penanganan pasien. 

Menurut dia, ini merupakan saat yang tepat untuk melengkapi alat-alat kesehatan yang dimiliki tiap RS. Sehingga ke depan diharapkan RS di daerah sekalipun dapat memiliki kualitas penanganan pasien yang setara dengan RS di kota besar. 

"Ini kan momentum yang baik sekali buat kita membenahi sekaligus fasilitas-fasilitas rumah sakit kita, terutama yang pemerintah tadi, tuh. Jadi elok diaudit, diinventarisasir, apa sih kebutuhan kita itu, loh," kata Luhut. []