Lawan Teror Terhadap Ulama, Gerak Jabar Akan Gelar Aksi Hari Ini -->
logo

25 September 2020

Lawan Teror Terhadap Ulama, Gerak Jabar Akan Gelar Aksi Hari Ini

Lawan Teror Terhadap Ulama, Gerak Jabar Akan Gelar Aksi Hari Ini

GELORA.CO - Kembali munculnya aksi teror terhadap ulama dan umat Islam pada umumnya, membuat Gerakan Rakyat Anti Komunis Jawa Barat tergerak untuk 'melawan'.

Ketua Gerakan Rakyat Anti Komunis Jawa Barat (Gerak Jabar), Roinul Balad, pun angkat bicara mengenai kasus penusukan Syekh Ali Jaber yang terjadi beberapa waktu lalu. Menurutnya, kejadian tersebut merupakan teror terstruktur terhadap ulama.

"Beberapa hari yang lalu kita melihat bagaimana upaya kejahatan yang dilakukan terhadap Syekh Ali Jaber ketika akan mewisuda para penghafal Al Quran, seorang pemuda dengan cekatan menaiki panggung lalu menusukkan pisaunya dan melukai tangan kanan Syekh Ali Jaber," ucap Roinul, Jumat (25/9).

Tak hanya itu, baru baru ini juga terjadi kasus baru. Orang yang menyatakan dirinya "gila" secara sadar dan sengaja merusak kaca Masjid Nurul Jamil, Bukit Dago, Bandung. Meneror pengurus masjid dan merusak beberapa bagian masjid.⁣

"Pola-pola seperti ini berulang dan pasti ada orang yang lebih gila lagi menggerakkan orang-orang gila ini sehingga perlu adanya kesiapsiagaan dari masyarakat khususnya rakyat Jawa Barat," tegas Roinul, kepada Kantor Berita RMOLJabar.

Ditambahkan Roinul, dalam menjaga kondusifitas serta keamanan wilayah di mana masjid-masjid dan para asatidz serta ulama-ulama yang menjadi sasaran "orang gila" selama ini, pihaknya merasa perlu melakukan aksi unjuk rasa sekaligus menunjukkan sikap yang jelas yaitu melawan setiap pergerakan yang meneror umat Islam.

Rencananya, kata Roinul, aksi tersebut akan berlangsung pada hari ini, Jumat (25/9), pukul 11.30 WIB di Masjid Istiqamah Jalan Taman Citarum No 1, dengan agenda 'Aksi Siaga Melawan Kebangkitan Komunis'.

"Untuk itu pula kami mengundang segenap masyarakat, ormas, OKP, LSM, komunitas dakwah, pengurus-pengurus masjid, harokah dakwah dan siapapun yang merasa bahwa telah nyata adanya ancaman terhadap keamanan bersama," tandasnya.[rmol]