Anies Perketat PSBB Jakarta, Bagaimana Nasib Ekonomi RI? -->
logo

10 September 2020

Anies Perketat PSBB Jakarta, Bagaimana Nasib Ekonomi RI?

Anies Perketat PSBB Jakarta, Bagaimana Nasib Ekonomi RI?

GELORA.CO - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerapkan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ketat pada 14 September 2020 mendatang.

Pada pengumuman PSBB Jakarta ini sudah memberikan sentimen negatif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG) sampai nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Bagaimana ya dengan kondisi ekonomi nasional?

Menanggapi hal tersebut Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah mengungkapkan saat ini tanpa pengetatan PSBB, resesi sudah diyakini akan terjadi. Apalagi dengan PSBB diperketat walaupun hanya di Jakarta.

"Pada masa PSBB transisi, perekonomian sudah bergerak kembali walaupun masih sangat terbatas," kata Piter saat dihubungi detikcom, Kamis (10/9/2020).

Dia mengungkapkan penyaluran kredit sudah mulai tumbuh terutama dengan dorongan likuiditas dari pemerintah. Dengan PSBB Jakarta ini semua akan berbalik melambat kembali. "Pertanyaannya akan berapa lama pengetatan ini akan berlangsung? Kalau lama, hingga akhir tahun dampaknya akan besar, ekonomi akan benar-benar kembali terpuruk dan penyaluran kredit akan kembali terhenti," jelas dia.

Piter menyebutkan untuk kredit pasti ada tekanan dan potensi rasio kredit bermasalah akan meningkat tapi akan bisa direadam dengan kebijakan restrukturisasi kredit.

"Memang penanggulangan wabah harus diutamakan, semoga dengan pengetatan PSBB Jakarta ini jumlah kasus benar-benar bisa melandai," ujar dia.

Dia menyebutkan yang harus dilakukan oleh pemerintah baik pusat maupun daerah adalah memastikan jika PSBB ini harus efektif menekan angka kasus COVID-19 yaitu dengan meningkatkan kedisiplinan pemerintah dan masyarakat.

"Jangan sampai PSBB diperketat, kasus COVID-19 terus meningkat dan ekonomi tetap terpuruk," ujarnya.

Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS) Anthony Budiawan menjelaskan PSBB Jakarta ini harus dijalankan secara tuntas, ketat namun efisien. "Pengaruh ekonomi pada tahap awal PSBB pasti negatif, tetapi untuk jangka panjang akan jauh lebih baik," jelas dia.

Menurut Anthony peraturan ini bisa efektif apabila pemerintah menyiapkan bantuan kepada masyarakat yang tidak bisa mendapatkan penghasilan harian.(dtk)