4 Keyakinan Habib Rizieq, Indonesia Minta Arab Saudi Cekal Dirinya
logo

1 September 2020

4 Keyakinan Habib Rizieq, Indonesia Minta Arab Saudi Cekal Dirinya

4 Keyakinan Habib Rizieq, Indonesia Minta Arab Saudi Cekal Dirinya

GELORA.CO -  Habib Rizieq Shihab, pentolan Front Pembela Islam atau FPI yakin sekali dirinya dicekal Pemerintah Arab Saudi atas pemintaan Pemerintah Indonesia. Dengan alasan keamanan.

Itu juga yang membuat Habib Rizieq Shihab 3 tahun berada di Arab Saudi. Dia mengaku tidak bisa pulang ke Indonesia.

Habib Rizieq pun menyebut empat indikator yang membuat dia yakin, pencekalannya di Arab Saudi merupakan permintaan pemerintah Indonesia.

Pertama, dia menerima lembaran surat pencekalan dari imigrasi setempat, alasannya demi keamanan yang menurutnya sangat berbau politis.

Kedua, dia mendapat informasi dari sumber terpercaya mengenai pencekalannya.

Ketiga, ucapan Kedutaan Besar Arab Saudi yang mengatakan siap memulangkan Habib Rizieq kapan pun asalkan mendapat restu dari pemerintah Indonesia.

Keempat, saat hendak pulang untuk menghadiri Reuni 212 dia dihalang-halangi alias tak mendapat izin.

“Jadi bukan saya yang takut pulang, tapi rezim Jokowi yang takut saya pulang. Kira-kira jelas enggak? Takbir!!!” tegasnya sambil menyulut semangat audien.

Hal tersebut diakui Habib Rizieq di hadapan audiens kembali naik ke permukaan.

Dia berada di tengah tokoh agama lain yang mengenakan pakaian serba putih.

Sosok yang acap mengkritik kebijakan pemerintah itu kemudian bicara mengenai pencekalannya di Tanah Suci.

Kata dia, hal itu sengaja mereka lakukan dengan alasan keamanan, bukan hukum.

“Saya ingin sampaikan bahwa saya dicekal oleh pemerintah Arab Saudi atas permintaan pemerintah Indonesia. Dari mana saya tahu? Kok saya bisa mengatakan ini karena ulah pemerintah Indonesia?” ujar Habib Rizieq yang dilansir dari saluran Youtube Hendri Official yang tayang bulan lalu.

Habib Rizieq memastikan, selama 3 tahun di Arab Saudi, dia merasa nyaman dan dilindungi pemerintah setempat.

Sehingga, para jamaah tak perlu mengkhawatirkan kondisinya.

“Saya berterima kasih kepada pemerintah Arab Saudi, jazakumullah karena selama 3 tahun saya di sini, mereka tak pernah mengganggu saya, mereka memperlakukan saya dengan baik, mereka menghormati kita, menghargai hak-hak kita. Saya juga dibebaskan haji dan umroh kapan saja, saya juga bisa pergi ke mana saja,” terangnya. []