Ulah Prada Ilham: Gagal Nyalip Pemotor, Sebar Hoax Berimbas Teror -->
logo

31 Agustus 2020

Ulah Prada Ilham: Gagal Nyalip Pemotor, Sebar Hoax Berimbas Teror

Ulah Prada Ilham: Gagal Nyalip Pemotor, Sebar Hoax Berimbas Teror


GELORA.CO - Pangkal masalah yang memicu penyerangan Polsek Ciracas akhirnya tersingkap. Oknum TNI, Prada Muhammad Ilham, malah menyebar hoax dirinya dikeroyok setelah mengalami kecelakaan tunggal karena tak berkonsentrasi saat berkendara.

Kecelakaan tunggal Prada Ilham ini terungkap setelah tim dari Ditlantas Polda Metro Jaya dan Polisi Militer Kodam Jaya melakukan olah TKP, Sabtu (29/8). Prada Ilham disebut gagal menyalip kendaraan di depannya sehingga terjatuh.

"Menetapkan faktor penyebab dan kronologis kejadian, yaitu terjadi laka lantas dikarenakan Prada Ilham tidak konsentrasi dan tidak dapat mengendalikan sepeda motornya saat akan menyalip sepeda motor yang ada di depannya yang belum diketahui identitasnya sehingga terjatuh sendiri (out of control)," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo dalam keterangannya, Minggu (30/8/2020).

Sambodo menyatakan pihaknya tak menemukan cukup bukti bahwa Prada Ilham mengalami pengeroyokan. Hasil penyelidikan polisi menyebutkan bahwa Prada Ilham tak dapat mengendalikan motornya karena kurang konsentrasi sehingga akhirnya terjatuh.

Satlantas Wilayah (Satwil) Jakarta Timur juga telah menerbitkan laporan polisi soal laka lantas Prada MI. Polisi sudah mengantongi barang bukti dan keterangan sejumlah saksi. Polisi kini telah melimpahkan berkas perkara berikut barang bukti sepeda motor ke Denpom Dam Jaya.

"Telah dilaksanakan pelimpahan berkas perkara berikut barang bukti sepeda motor dari Satwil Jaktim ke Denpom Dam Jaya," ujar Sambodo.

Penegasan soal Prada Ilham yang mengalami kecelakaan tunggal ini juga disampaikan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Menurut Hadi, Prada Ilham awalnya menghubungi 27 rekannya yang kemudian berujung aksi penyerangan Polsek Ciracas.

"Kemudian dikembangkan lagi terkait handphone milik prajurit MI dan ditemukan bahwa prajurit MI telah menghubungi 27 rekannya dan itu akan dijadikan pengembangan lebih lanjut," kata Hadi Tjahjanto di Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin Makassar, Minggu (30/8).

Kesimpulan ini diambil setelah aparat memeriksa saksi dan rekaman CCTV. Tim juga sudah memeriksa belasan saksi.

"Dari keterangan saksi dan rekaman CCTV bahwa luka yang ada di prajurit MI bukan karena pengeroyokan, tapi akibat kecelakaan tunggal. Dan hal itulah yang dijadikan titik awal pendalaman oleh komandan garnisun untuk memanggil saksi-saksi, di antaranya adalah 12 orang yang sudah diperiksa," kata Hadi.

Sementara itu, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa mengungkapkan Prada Ilham berstatus terperiksa. Prada MI, kata Andika, juga sudah ada di 'tangan' TNI.

"Statusnya adalah termasuk yang terperiksa," kata Andika dalam jumpa pers di Mabes TNI AD, Jalan Veteran Nomor 5, Jakarta Pusat, Minggu (30/8).

Andika mengatakan, sama seperti yang lainnya, Prada Ilham sudah diamankan oleh TNI. Prada Ilham saat ini dalam proses perawatan di rumah sakit TNI Angkatan Darat (AD).

"Prada MI sudah jelas, dia adalah salah satu dari mereka. Dan sejauh mana ya kita kan, tapi mereka kan sudah di tangan, Prada MI sudah di tangan kita walaupun masih dirawat di rumah sakit TNI Angkatan Darat," tuturnya.

Sementara itu, 12 oknum TNI yang terlibat perusakan Polsek Ciracas telah ditahan. 12 orang tersebut ditahan di Pomdam Jaya, Guntur.

"Jadi 12 orang ini ditahan di Polisi Militer Kodam Jaya Pomdam Jaya di Guntur," kata Andika.

Penahanan juga akan dilakukan terhadap anggota TNI lain yang diduga terlibat dalam perusakan tersebut. Andika mengatakan penahanan dilakukan meski mereka belum ditetapkan sebagai tersangka.

"Semua yang kita panggil hari ini pun akan langsung kita tahan dan mereka akan kita tempatkan sesuai dengan kebutuhan. Jadi tidak hanya di Pomdam Jaya saja. Kita punya beberapa tempat, ada pusat militer angkatan darat di sini di dekat Gambir, ada lagi di beberapa tempat lagi. Kami akan tempatkan sesuai dengan kebutuhan," tuturnya.

"Tersangka atau tidak, yang jelas mereka langsung kami tahan," imbuh Andika.[dtk]