Nyanyian Said Didu ke Sri Mulyani, 'Kaki yang Gatal, Kepala yang Digaruk' -->
logo

20 Agustus 2020

Nyanyian Said Didu ke Sri Mulyani, 'Kaki yang Gatal, Kepala yang Digaruk'

Nyanyian Said Didu ke Sri Mulyani, 'Kaki yang Gatal, Kepala yang Digaruk'

GELORA.CO - Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu, meminta penjelasan kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia Sri Mulyani terkait pernyataan Menkeu yang menyebutkan bahwa infrastruktur Indonesia masih tertinggal.

Melalui akun Twitter pribadinya, Rabu (19/8/2020), M. Said Didu menuliskan komentarnya terhadap pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

"Yth Ibu Menkeu, mohon dijelaskan berapa bandara yang tidak terpakai? Berapa pelabuhan yang kosong? Berapa jalan tol yang tidak bisa balik modal?" tulis M. Said Didu.

"Terus yang kurang mana? Yang kurang adalah infrastruktur dasar, tapi yang dibangun infrastruktur komersial," lanjutnya.

Hingga artikel ini dibuat, unggahan M.Said Didu tersebut telah diretweets lebih dari 570 kali dan disukai oleh lebih dari 1.500 pengguna Twitter.

Sejumlah warganet tampak mengomentari unggahan M. Said Didu ini. Beragam komentar muncul, baik yang pro maupun kontra.

Unggahan M. Said Didu pada akun Twitter pribadinya tersebut berangkat dari Sri Mulyani yang mengatakan bahwa infrastruktur Indonesia masih tertinggal.

Dilansir dari Batamnews.co.id -- jaringan Suara.com, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dalam sebuah webinar mengatakan bahwa infrastruktur Indonesia saat ini masih tertinggal.

Lebih lanjut lagi, Sri Mulyani menilai saat ini masih terdapat kesenjangan yang besar antara daerah perkotaan dengan pedesaan terkait dengan ketersediaan infrastruktur.

Sri Mulyani menuturkan pembangunan infrastruktur ini akan terus dilanjutkan, dibarengi dengan peningkatan fasilitas kesehatan dan pendidikan.

"Saya ingin melihat anak-anak bangsa punya kesempatan yang sama untuk merasakan dan mendapatkan akses layanan publik," kata Sri Mulyani.[]