Jokowi Singgung Ada Yang Terusik, Pigai: Mungkin Maksudnya Soal Anak-Mantu-Besan Jadi Cakada -->
logo

23 Agustus 2020

Jokowi Singgung Ada Yang Terusik, Pigai: Mungkin Maksudnya Soal Anak-Mantu-Besan Jadi Cakada

Jokowi Singgung Ada Yang Terusik, Pigai: Mungkin Maksudnya Soal Anak-Mantu-Besan Jadi Cakada

GELORA.CO - Tudingan ada pihak yang terusik dengan perubahan besar di Indonesia yang disampaikan Presiden Joko Widodo bisa jadi adalah kegelisahan pribadi presiden soal hasrat politik keluarganya yang banyak ditentang.

Sentilan tersebut disampaikan aktivis kemanusiaan, Natalius Pigai dalam merespons pernyataan Presiden Joko Widodo yang disampaikan di acara puncak hari ulang tahun (HUT) Partai Amanat Nasional (PAN), Minggu (23/8).

Tak hanya soal keluarganya yang memilih berpolitik saat sang presiden masih menjabat kepala negara, tudingan ada pihak yang terusik juga disinyalir pada upaya pengekangan demokrasi yang belakangan makin terlihat kentara.

"Besar dimaksud Jokowi mungkin: anak, mantu dan besan jadi calon kepala daerah saat masih berkuasa, media diretas, buzzer dibiayai, rakyat Papua dibantai, bunuh KPK, dan bangun 7 ruas toll di Jawa, 1 sulsel, 3 Sumatera dan lain minus), kian rasis dan berbohong Jokowi," kritik Natalius Pigai kepada redaksi yang juga diunggah di akun Twitter pribadinya.

Seperti diketahui, belum lama ini publik dihebohkan dengan adanya temuan Indonesia Corruption Watch (ICW) soal penggunaan anggaran senilai Rp 1,29 triliun untuk aktivitas digital. Khusus untuk jasa influencer, pemerintahan Jokowi sejak periode pertama menjabat telah menggelontorkan uang mencapai Rp 90,4 miliar.

Soal Pilkada 2020 juga tak kalah menarik, di mana keluarga Jokowi ramai-ramai mencalonkan diri. Sebut saja putra sulung presiden, Gibran Rakabuming Raka di Pilwalkot Solo. Kemudian menantunya, Bobby Afif Nasution yang maju di Pilkada Medan.
Dalam pidato secara virtualnya di acar PAN, Jokowi menyebut ada sejumlah pihak yang terusik jika perubahan besar terjadi di negeri ini. Mereka yang terusik, kata Jokowi, adalah yang sudah lama menikmati zona nyaman, baik secara ekonomi mau pun status.(rmol)