Di Depan Bos Pertamina, Mulan Jameela Minta Harga Pertamax Turun Setara Premium

Di Depan Bos Pertamina, Mulan Jameela Minta Harga Pertamax Turun Setara Premium

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO -  Fraksi Gerindra, Raden Wulansari atau biasa dikenal dengan nama panggung Mulan Jameela, mempertanyakan alasan PT Pertamina (Persero) yang bakal menghapus BBM Premium dan Pertalite. Hal itu disampaikan Mulan dalam rapat dengar pendapat dengan Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati. 

Mulan menyoroti dampak yang akan terjadi kepada masyarakat jika rencana penghapusan dua produk BBM di bawah RON 91 itu. Apalagi saat ini, ekonomi masyarakat tengah terdampak wabah corona. 

"Mengingat saat ini kita semua sedang mengalami ujian pandemi COVID-19. Apabila Premium dan Pertalite dihapus tentu akan berdampak yang tidak baik untuk masyarakat," kata Mulan, Senin (31/8). 

Mantan penyanyi ini meminta Pertamina melakukan kajian secara mendalam terkait rencana penghapusan BBM Premium dan Pertalite agar tidak menyulitkan masyarakat. Jika dua produk ini jadi dihapus, maka varian BBM yang akan dijual Pertamina mulai dari RON 92 yakni Pertamax. 

Mulan pun mengusulkan agar BBM Pertamax bisa diturunkan harganya setara BBM Premium jika kebijakan tersebut jadi diputuskan. 

"Sekadar masukan saja dari saya apabila betul dan benar Premium dan Pertalite dihapus, apakah memungkinkan apabila harga Pertamax bisa diturunkan mungkin bisa jadi sama dengan harga Premium? Mungkin Insyaallah itu bisa jadi solusi," ucap Mulan. 

Sebelumnya, dalam rapat yang digelar mulai pukul 13:00 WIB, Nicke menjelaskan tengah mengkaji rencana penghapusan dua produk tersebut. Peninjauan kembali penggunaan kedua jenis BBM karena ada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Nomor 20 Tahun 2017 yang mensyaratkan penggunaan BBM harus di atas RON 91. Itu artinya BBM yang boleh dijual mulai dari Pertamax yang memiliki RON 92. 

"Ada permen LHK Nomor 20 Tahun 2017 yang mensyaratkan bahwa gasoline ini minimum RON 91, artinya ada dua produk yang kemudian tidak boleh lagi dijual di pasar yaitu Premium dan Pertalite jika mengikuti aturan KLHK," kata Nicke. 

Rencana ini masih ditinjau karena porsi konsumsinya paling besar di antara enam jenis BBM yang dijual perusahaan. Per 22 Agustus 2020, penjualan Premium mencapai 24 ribu kilo liter (KL) dan Pertalite sebesar 51,5 ribu KL. Sedangkan untuk penjualan BBM dengan RON di atas 91 yakni Pertamax dengan RON 92 sebesar 10 ribu KL dan Pertamax Turbo dengan RON 98 sebesar 700 KL. 

Alasan lain untuk menghapus BBM Premium dan Pertalite ini karena di kawasan Asia, hanya Indonesia dan Bangladesh yang masih menggunakan BBM Premium. Sedangkan di dunia, hanya ada tujuh negara termasuk Indonesia dan Bangladesh yaitu Kolombia, Mesir, Mongolia, Ukraina, dan Uzbekistan. 

Selain itu, rencana penghapusan di bawah RON 91 ini juga karena Indonesia menjadi negara yang menjual varian BBM paling banyak yaitu 6 varian yaitu Solar, Premium, Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo, dan Dexlite.  

Sedangkan dibandingkan negara lain, rata-rata hanya menjual 2 hingga 3 varian seperti Singapura, Australia, Thailand, Vietnam, dan Malaysia dua varian. Lalu ada India dan Myanmar masing-masing 3 varian. Sedangkan China dan Filipina 4 varian. (*)
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita