Ancaman Ledakan Dahsyat Intai Libya, Ada 25 Ribu Ton Gas Amonia Di Pelabuhan Brega -->
logo

19 Agustus 2020

Ancaman Ledakan Dahsyat Intai Libya, Ada 25 Ribu Ton Gas Amonia Di Pelabuhan Brega

Ancaman Ledakan Dahsyat Intai Libya, Ada 25 Ribu Ton Gas Amonia Di Pelabuhan Brega

GELORA.CO - Ledakan dahsyat di Pelabuhan Beirut, Lebanon yang dipicu 2.750 ton amonium nitrat beberapa waktu lalu menjadi mimpi buruk bagi dunia. Namun, ledakan yang jauh lebih mengerikan kemungkinan bisa terjadi di Libya.

Melalui sebuah video, Ketua National Oil Corporation (NOC), Mustafa Sanallah memperingatkan adanya ancaman ledakan yang lebih dahsyat di Pelabuhan Brega, Libya.

Pasalnya, Sanallah mengatakan, ada 25 ribu ton gas amonia yang disimpan di Pelabuhan Brega yang berlokasi 750 km dari timur ibukota Tripoli sejak 20 hari lalu.

Dengan jumlah yang begitu besar, bahan kimia mudah terbakar tersebut bukan tidak mungkin menciptakan musibah. Apalagi, situasi Libya yang saat ini tengah berkonflik. Bahkan, bentrokan antara dua faksi yang mendukung Khalifa Haftar sempat menggunakan granat berpeluncur roket (RPG).

Dalam pernyataannya, NOC mengatakan, bentrokan antara dua faksi pendukung Haftar terjadi di dekat Pelabuhan Brega.

Mengingat gas bisa meledak jika terkena panas yang menyengat, Sanallah meyakini pelabuhan tersebut berisiko tinggi mengalami ledakan dahsyat yang mungkin sembilan kali lipat dari ledakan Beirut.

“Sangat mungkin bahwa ledakan Beirut akan terulang di (pelabuhan) Brega, Ras Lanuf dan Sidra,” ujar Sanallah seperti dikutip Anadolu Agency, Rabu (19/8).

Menurut keterangan Sanallah, sempat terjadi insiden kebocoran gas amonia yang menyebabkan kematian banyak pekerja. Bahan kimia tersebut sama berbahayanya dengan amonium nitrat yang menjadi sumber ledakan di Pelabuhan Beirut.

Produksi amonium nitrat secara industri terjadi melalui reaksi gas amonia dengan asam nitrat pekat. Karena gas amonia atau amonium nitrat dapat dengan mudah meledak jika terkena panas, penting agar bahan tersebut disimpan di bawah pengawasan ketat dan dalam kondisi aman.

Bukan hanya di Libya, kebocoran gas amonia juga sempat terjadi di gudang berpendingin di Shanghai, China pada Agustus 2013. Insiden tersebut menewaskan 15 orang dan melukai 26 orang.
Pada 2015, di India, kebocoran gas amonia dari sebuah kapal tanker menyebabkan setidaknya enam orang tewas dan lebih dari 150 orang lainnya terluka.

Ledakan di Pelabuhan Beirut sendiri terjadi pada 4 Agustus 2020. Insiden tersebut menghancurkan sebagian ibukota Lebanon tersebut dengan lebih dari 170 orang meninggal dunia dan lebih dari 6.000 orang terluka. (Rmol)