Singgung Dajjal, Amien Rais Kritik PDIP dkk Kunjungi Partai Komunis China -->
logo

23 Juli 2020

Singgung Dajjal, Amien Rais Kritik PDIP dkk Kunjungi Partai Komunis China

Singgung Dajjal, Amien Rais Kritik PDIP dkk Kunjungi Partai Komunis China

GELORA.CO -  Amien Rais bicara soal kebangkitan komunisme di Indonesia. Kini, Amien Rais menyoroti PDIP yang disebutnya berbalas kunjungan dengan Partai Komunis China (PKC).

Amien Rais awalnya menyebut ada 'kekuatan Dajjal' di balik bangkitnya komunisme di Indonesia. Ia mengatakan kekuatan itu mengintervensi dan menghancurkan demokrasi dan agama.

"Karena tidak mudah, karena di belakangnya itu yang tidak mudah. Di belakangnya itu ada kekuatan Dajjal, kekuatan Jalut, kekuatan yang amat sangat destruktif buat demokrasi dan agama yang ikut intervensi dalam negara kita ini," kata Amien Rais dalam sebuah diskusi bersama Tengku Zulkarnain yang tayang di YouTube, seperti dilihat pada, Kamis (23/7/2020).

Amien Rais lalu menyinggung soal PKC. Di sinilah dia menyebutkan PDIP beberapa kali berkunjung ke maskas PKC di China.

"Saya tunjuk saja itu PKC, Partai Komunis China. Bisa dilihat di medsos dan (media) cetak, bahwa sudah beberapa kali rombongan partai besar di negeri ini, namanya PDIP, itu berbalas saling kunjung ke markas besar PKC. Jadi ini sesuatu yang indikatif," ujar Amien Rais.

Tak hanya itu, Amien Rais juga menyinggung soal dikirimnya para ulama yang vokal ke Beijing, China untuk bertemu para tokoh PKC di markas mereka. Ia pun menceritakan percakapannya dengan salah satu ulama yang tidak disebutkan namanya.

"Saya tanya ustaz apa betul ke markas besar PKC? (Dijawab) 'Iya, Pak Amien, saya terlihat ternyata komunisme luar biasa, bisa membangun RRT yang sangat perkasa itu. Kesimpulan saya, Pak Amien, itu komunisme bisa jadi motivator, inspirator pendorong pembangunan China, maka di negeri kita itu Islam, Islam bisa kita jadikan pendorong'," ungkapnya.

Amien Rais menduga ulama yang dikirim ke China itu sengaja dibuat kagum dengan komunisme. Menurutnya, para ulama ini dibuat lupa jika Islam membenci komunisme.

"Mereka dikirim ke Beijing sedang ditumpulkan supaya kagum dengan komunisme, supaya takjub, kemudian agak lunak tidak sadar bahwa komunisme yang paling dibenci itu adalah agama Islam. Tapi alhamdulillah ulama ini sudah menohok rezim bahwa mengatakan cepat dicabut tanpa alasan. Alhamdulillah mereka sudah bersama kita kembali," tuturnya. []