Pria Misterius di Malam Yodi Prabowo Tewas, Kerap Tarik Nafas saat Diminta Peragakan Telepon -->
logo

23 Juli 2020

Pria Misterius di Malam Yodi Prabowo Tewas, Kerap Tarik Nafas saat Diminta Peragakan Telepon

Pria Misterius di Malam Yodi Prabowo Tewas, Kerap Tarik Nafas saat Diminta Peragakan Telepon

GELORA.CO - Pria kurus berkacamata melintas di sekitar lokasi pada malam diduga waktu tewasnya Editor Metro TV Yodi Prabowo sudah diperiksa.

Diduga, pria berinisial D itu mengenal kekasih Yodi Prabowo, Suci Fitri Rohmah.

Menurut keterangan yang dihimpun, D pernah menjemput Suci di salah satu restoran sepekan sebelum jasad Yodi ditemukan.

Berdasarkan keterangan saksi berinisial E, pemeriksaan D berlangsung di Polres Metro Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Selasa (14/7/2020)

"Seingat saya jam setengah 12 malam dia mulai diperiksa," kata E saat ditemui di Jalan Inspeksi Kali Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Rabu (22/7/2020).

Malam itu, E dan saksi lainnya berinisial S juga hadir ke Polres Metro Jakarta Selatan.

Keduanya dijemput polisi di Jalan Inspeksi Kali Pesanggrahan sekira pukul 22.00 WIB.

E dan S adalah orang yang melihat keberadaan D saat melintas di Jalan Inspeksi Kali Pesanggrahan pada Rabu (8/7/2020) sekitar pukul 02.00 WIB.

Pada jam bersamaan, motor Yodi Prabowo ditemukan oleh petugas ronda terparkir di depan warung bensin eceran, tepat di seberang TKP penemuan mayat korban.

Jasad Yodi Prabowo ditemukan di semak-semak pinggir Tol JORR pada Jumat (10/7/2020) pagi oleh sejumlah anak-anak yang sedang main layangan. 

Jarak lokasi TKP penemuan jasad korban dengan saksi E dan S saat melihat D melintas di Jalan Inspeksi Kali Pesanggrahan sekitar 1 kilometer.

E masih ingat cara jalan D saat melintas di depannya. 

"Dibilang buru-buru sih enggak juga, tapi memang jalannya agak cepat," ujar dia.

Sementara itu, saksi S sempat menegur D yang sedang berjalan dengan memegang telepon dan meletakkan di telinga kirinya.

"Mau ke mana?" tanya saksi S yang berjarak sekitar empat meter dari D.

"Ke sana, atas," jawab D seadanya.

Berdasarkan apa yang E dan S lihat di malam itu, keduanya diminta menjadi saksi oleh polisi.

Pada Senin (13/7/202020) sore, E dan S diajak polisi ke salah satu restoran di kawasan Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Di sana, mereka ditunjukkan sebuah video berdurasi 10 detik.

Video tersebut direkam di dalam mobil, dan diduga pria berinisial D adalah orang yang bertindak sebagai sopir.

"Kita disuruh pastikan, benar nggak ini orangnya?" ujar saksi E.

Video itu bukan hanya satu kali ditunjukkan kepada saksi.

"Ada tiga kali dikasih lihat. Pas di perjalanan ke Polsek Pesanggrahan, habis dari restoran, juga dikasih lihat lagi," kata E.

Saksi S menimpali, seingatnya, di dalam video tersebut memang D, pria kurus berkacamata yang pernah melintas di warungnya.

"Pokoknya sopirnya yang pakai kacamata itu. Kan saya disuruh lihat sama polisi. Coba kamu lihat, benar bukan? Kalau dilihat dari ininya sih (tunjuk pipi), kayaknya iya. Dia kan buang muka kan," kata S.

Video tersebut, jelas S, direkam di dalam mobil dengan latar suasana siang hari.

Pria berinisial D bertindak sebagai sopir. Di sebelahnya terlihat seorang pria lain mengenakan jaket merah.

Keesokan harinya atau Selasa (14/7/2020), saksi E dan S datang ke Polres Metro Jakarta Selatan pukul 22.00 WIB.

Kehadiran keduanya untuk memastikan apakah D adalah pria yang melintas malam itu.

Mereka diarahkan menuju Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan di lantai tiga. E dan S masuk ke salah satu ruangan.

"Ternyata di ruangan itu ada ruangan lagi, tapi disekat kaca (dua arah). Nah kita masuk di salah satunya," tutur E.

E dan S duduk di ruangan itu, didampingi seorang anggota polisi.

Tak berselang lama, polisi lainnya datang bersama seorang pria dengan perawakan kurus, tinggi, dan berkacamata yang ternyata D.

"Lampu di ruangan saya digelapin. Yang ruangan satu lagi terang. Tapi kedap suara dua-duanya," ujar saksi E.

"Ya model-model kayak intel Amerika dah," tambah E berseloroh.

Pemeriksaan D berlangsung selama 30 menit hingga satu jam.

Selain dicecar sejumlah pertanyaan, D juga diminta memeragakan cara berjalannya.

"Terus dia disuruh peragakan telepon sambil jalan," kata E.

Awalnya, jelas dia, D menelepon menggunakan tangan kanan.

Namun, saksi E segera memberitahu polisi yang mendampinginya bahwa yang ia lihat pada malam itu D menelepon dengan tangan kiri.

"Nah pas dia pakai tangan kiri, saya yakin penuh dia yang saya lihat. Dari cara jalannya juga," ucap E.

"Saya juga merasa kayaknya memang benar dia orangnya," timpal saksi S.

Kedua saksi tersebut juga memperhatikan gerak-gerik D saat pemeriksaan.

Pembawaan D tampak tenang, namun ia beberapa kali menarik napas dalam-dalam.

"Pada saat ditanya-tanya, ya kelihatan sih dia tarik napas beberapa kali. Orangnya selon (santai) modelnya," ujar E.

TribunJakarta.com mencoba memastikan apakah D masuk dalam daftar saksi yang dimintai keterangan dalam kasus meninggalnya Yodi Prabowo.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menjawab diplomatis saat disinggung soal itu.

"Itu sudah masuk ranah penyidikan, enggak boleh," ungkap Yusri di Polda Metro Jaya.

Dari hasil identifikasi awal, polisi menemukan luka di dada kiri korban akibat senjata tajam.

Sehari berselang, jenazah Yodi Prabowo diautopsi. Hasilnya, ditemukan luka lain di bagian leher, yang juga diakibatkan karena senjata tajam.

Bersasarkan hasil autopsi itu, polisi menduga Yodi Prabowo merupakan korban pembunuhan.

Sebanyak 34 saksi sudah dimintai keterangan. Mulai dari teman-teman terdekat, rekan sekantor, hingga warga sekitar di lokasi penemuan jenazah Yodi Prabowo.

Kepolisian juga telah membentuk tim khusus guna mengungkap misteri kematian editor Metro TV itu. []