Gaduh Nasional karena Foto HRS, Haikal Hassan: Gara-gara Budi Djarot atau Ini Settingan? -->
logo

30 Juli 2020

Gaduh Nasional karena Foto HRS, Haikal Hassan: Gara-gara Budi Djarot atau Ini Settingan?

Gaduh Nasional karena Foto HRS, Haikal Hassan: Gara-gara Budi Djarot atau Ini Settingan?

GELORA.CO - Politik tanah air kembali memanas setelah sekelompok massa bakar foto Habib Rizieq Shihab (HRS) di depan komplek DPR/MPR RI, Senayan Jakarta.

Budi Djarot dianggap sebagai salah satu yang harus bertanggung jawab atas pembakaran foto Habib Rizieq.

Ulama Betawi, Ustaz Haikal Hassan Baras meminta aparat kepolisian menangkap pelaku dan dalang pembakaran foto Habib Rizieq. Sebab mereka membuat gaduh nasional.

“Keadaan lagi damai. Suasana lagi sejuk. Tau tau jadi gaduh nasional dg suasana musuhan sesama kita,” kata Haikal Hassan melalui akun Twitter-nya, @haikal_hassan, Kamis (30/7/2020).

Haikal Hassan berharap polisi dapat mengungkap motif di balik pembakaran poster Habib Rizieq.

“Gara2 budi jarot seorg? Ini adu domba? Ataukah ini setingan? Sangat ditunggu sikap bijak @DivHumas_Polri, @PolriBareskrim utk hindari amuk massa. Usut dalang kegaduhan nasional ini,” pinta Haikal.

Budi Djarot membantah memerintahkan massa-nya untuk membakar poster Habib Rizieq Shihab saat menggelar aksi memperingati peristiwa 27 Juli di depan Kompleks MPR/DPR, Jakarta, Senin (27/7).

“Oh tidak. Saya tak mau membakar. Tapi kalau saya menghentikan mereka (massa), jatuh wibawa saya. Silakan saja, namanya juga orang marah,” kata Boedi Djarot, seperti dilansir CNN.

Sebelumnya, dalam video yang viral di media sosial, Budi Djarot terlihat berorasi sebelum massa menginjak-injak dan melempari foto Habib Rizieq dengan tomat. Massa juga berusaha membakar foto Habib Rizieq tapi tidak mempan.

Dalam orasinya, Budi mengatakan Habib Rizieq telah mengkhianati negeri dengan tidak menerima kemenangan Joko Widodo di pilpres. Boedi pun menyerukan penolakan terhadap kepulangan Rizieq.

“Jadi silakan saja teman-teman, ini manusia sampah yang tidak boleh ada ada di sini, dan ketika nanti mau pulang kita tolak ramai-ramai,” kata Boedi Djarot dalam video itu. (*)