Cerita di Balik Penemuan Puluhan Kg Emas Perhiasan Kuno di Klaten
logo

27 Juli 2020

Cerita di Balik Penemuan Puluhan Kg Emas Perhiasan Kuno di Klaten

Cerita di Balik Penemuan Puluhan Kg Emas Perhiasan Kuno di Klaten

GELORA.CO - Penemuan puluhan kilogram emas dan perak oleh para petani di Desa Wonoboyo, Kecamatan Jogonalan, Klaten, pada Oktober 1990 silam, kembali mengemuka. Seluruh barang artefak kuno abad IX tersebut kini disimpan di Museum Nasional, Jakarta. Bagaimana cerita penemuan barang-barang yang sangat berharga tersebut?
Oktober 1990, enam petani melakukan penggalian tanah sawah untuk mencari tanah uruk. Mereka adalah Widodo, Wito Lakon, Hadi Sihono, Surip, Sumarno, dan Sudadi. Kini tinggal empat orang yang tersisa. Wito dan Hadi Sihono sudah meninggal.

Ketika sedang menggali tanah, pada kedalaman 3 meter, cangkul salah seorang di antara mereka membentur benda keras. "Ternyata, setelah dikeruk, ada 4 guci, tingginya sekitar 30 cm," jelas Widodo kepada detikcom di rumahnya, Klaten, Jumat (17/7)

Temuan 4 guci tembaga tersebut dibawa ke balai desa setempat dan dibuka. Isinya perhiasan emas dan perak berbagai jenis dan bentuk. Bukan hanya perhiasan, tapi ada juga mangkuk emas.

Gelang, kalung, mangkuk, tas, koin kecil-kecil, dan lainnya banyak dari emas dan perak semua," paparnya.

Semua barang-barang tersebut dicatat oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jateng. Diwawancara terpisah, Pamong Budaya Madya BPCB Jateng Deny Wahju Hidajat membenarkan temuan itu terjadi di Desa Wonoboyo pada tahun 1990 silam. Berat perhiasan emas sekitar 27 kg, belum termasuk yang terbuat dari perak.

"Sebanyak 27 kg emas dalam bentuk perhiasan gelang, kelat bahu, badong, tas, dan perlengkapan upacara lainnya. Temuan tersebut disimpan di Museum Nasional Jakarta dan peninggalan masa Mataram kuno abad 8-9 M," jelas Deny saat dihubungi detikcom.

Setelah penemuan itu, keenam petani yang menemukannya mendapatkan penghargaan dari pemerintah. Selain mendapatkan penghargaan, saat itu mereka juga mendapat uang masing-masing Rp 18 juta.

"Dapat uang Rp 18 juta saya gunakan untuk membeli pekarangan dan membangun rumah ini. Sekarang dibangun rumah situs, saya senang untuk mengenang kejadian itu," ucap Widodo.

Kini di lokasi penemuan tersebut dibangun Rumah Situs Wonoboyo. Foto-foto semua barang yang dulu ditemukan di lokasi tersebut, dipajang di rumah tersebut. Foto juga dilengkapi dengan keterangan gambar, berat barang hingga lokasi penyimpanannya sekarang.(dtk)