Video Jokowi Marah Baru Diupload, PD: Artinya Situasi Sudah Sangat Berat dan Publik Harus Tahu
logo

29 Juni 2020

Video Jokowi Marah Baru Diupload, PD: Artinya Situasi Sudah Sangat Berat dan Publik Harus Tahu

Video Jokowi Marah Baru Diupload, PD: Artinya Situasi Sudah Sangat Berat dan Publik Harus Tahu

GELORA.CO - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Imelda Sari menyoroti amarah Presiden RI Joko Widodo.

Adanya ancaman reshuffle dari Jokowi menunjukkan jika situasi yang darurat ini tidak direspon sejumlah menterinya. Seperti, pemulihan ekonomi baik serapan anggaran yang rendah di bidang kesehatan dan stimulus ekonomi.

"Saya memperhatikan gestur Presiden Jokowi saat menyampaikan arahan. Jelas sekali kekecewaan Presiden, dari nada yang disampaikan juga bidang-bidang yang dimention," kata @isari68 di Twitter.

Kata dia, kalau tidak segera ada perubahan yang signifikan dari para Menteri dalam merespon situasi ini, reshuffle kabinet bisa saja terjadi.

"Sidang Kabinet bisa terbuka untuk media atau tertutup. Ini intern, tertutup untuk media. Kebijakan untuk mempublikasikan setelah 10 hari, tentu bukan di Biro Pers. Ada pada atasan. Artinya situasi ekonomi sudah sangat berat dan publik harus tahu. Siap siap kencangkan ikat pinggang," katanya.

Dalam video itu, Jokowi berencana akan mengambil langkah-langkah progresif. Baik langkah-langkah politik maupun langkah-langkah secara pemerintahan. Lebih lanjut, Jokowi juga mengungkapkan tak akan pernah ragu untuk melakukan Reshuffle terhadap kabinet menteri.

"Langkah apapun yang extraordinary ini akan saya lakukan untuk 267 juta rakyat kita, untuk negara. Bisa aja membubarkan lembaga, bisa aja Reshuffle, sudah kepikiran kemana-mana saya," tegasnya.

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Triadi Machmudin, menjelaskan kenapa video itu baru diunggah pada 28 Juni, padahal kejadiannya sudah 18 Juni. Dia mengatakan awalnya sidang kabinet paripurna tersebut bersifat intern.

"Namun setelah kami pelajari pernyataan Presiden, banyak hal yang baik, dan bagus untuk diketahui publik, sehingga kami meminta izin kepada Bapak Presiden untuk mempublikasikannya. Makanya baru dipublish hari ini," kata Bey dalam laporan Antara.

Video arahan keras Presiden Jokowi kepada jajarannya itu berselang 10 hari dipublikasikan, setelah sidang kabinet paripurna berlangsung secara tertutup pada 18 Juni 2020.[]