Pertanyakan Keberhasilan AS Di Timur Tengah, Jubir Rusia: Hanya Kematian Dan Kehancuran
logo

6 Juni 2020

Pertanyakan Keberhasilan AS Di Timur Tengah, Jubir Rusia: Hanya Kematian Dan Kehancuran

Pertanyakan Keberhasilan AS Di Timur Tengah, Jubir Rusia: Hanya Kematian Dan Kehancuran


GELORA.CO - Amerika dianggap telah melakukan kebijakan intervensi dan pemaksaan kekuatan di Timur Tengah. Hal itu menyusul pernyataan Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Timur Tengah, David Schenker, yang menganggap bahwa kebijakan Rusia di bidang itu destruktif dan harus dikeluarkan dari wilayah Levant.

“Washington melanjutkan kebijakan intervensinya di Levant dan seruan agar Rusia meninggalkan kawasan itu, dengan cara yang sinis dan sombong," kata presiden Komite Hubungan Internasional Duma (majelis rendah), Leonid Slutski, seperti dikutip dari situs resmi pemerintah Duma, Jumat (5/6).

Sementara itu Rusia menganggap kehadirannya di Suriah sebagai sesuatu yang legal, beda halnya dengan Amerika.

“Rusia sepenuhnya legal di Suriah, diundang oleh pemerintah negara itu. Sangat berlawanan dengan pasukan AS. Washington tidak diminta untuk melakukannya di Suriah, Irak atau Libya,” tegas anggota parlemen.

Bukannya mengajukan banding ke legalitas untuk menghilangkan pemerintah yang dianggapnya tidak diinginkan, Slutski malah mengecam Amerika Serikat yang terus melakukan pemaksaan kekuatan.

“Negara kami mencegah kudeta baru, kali ini di Suriah, di mana ia berperang melawan terorisme, itulah sebabnya Moskow memainkan ‘peran destruktif’ untuk Gedung Putih, sesuatu yang merupakan bagian dari logika pretensi hegemonik,” katanya.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Maria Zakharov menantang pejabat AS untuk menyebutkan keberhasilan kebijakan Washington di Timur Tengah selama dua dekade terakhir.

“Kami tidak ingat apa pun, hanya kematian dan kehancuran,” katanya.[rmol]