Kelompok Paling Mungkin Merencanakan Kudeta Adalah Pemilik Kekuasaan
logo

7 Juni 2020

Kelompok Paling Mungkin Merencanakan Kudeta Adalah Pemilik Kekuasaan

Kelompok Paling Mungkin Merencanakan Kudeta Adalah Pemilik Kekuasaan

GELORA.CO - Isu kudeta mulai berhembus di tengah pandemik virus corona baru atau Covid-19 yang belum usai.

Isu ini kali pertama dimunculkan oleh Direktur Eksekutif Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens. Dia bahkan sudah mengantongi nama sejumlah tokoh yang ingin mengkudeta Jokowi. Mereka, kata Boni, menggunakan sejumlah isu sebagai materi propaganda politik untuk memprovokasi rakyat.

Isu tersebut antara lain soal komunisme dan rasisme Papua dengan memanfaatkan kematian pria kulit hitam George Floyd di Minneapolis, Amerika Serikat.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai bahwa isu ini sebatas upaya untuk pengalihan isu. Sebab, persoalan yang lebih besar sebenarnya sedang kewalahan dihadapi pemerintah. Seperti laju ekonomi yang terus anjlok, hingga penanganan corona yang belum selesai.

“Isu kudeta hanya sebagian kecil upaya mengalihkan persoalan yang sebenarnya ada,” terangnya saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (7/6).

Menurutnya, jika isu kudeta itu benar, maka pihak yang paling mungkin merencanakan adalah mereka yang memiliki kekuasaan itu sendiri.

"Jikapun isu itu benar direncanakan oleh pihak tertentu, memang kelompok paling mungkin adalah yang memiliki kekuasaan, artinya berada di pemerintahan,” ujarnya.

Namun demikian, dia mengaku sulit menerka siapa orang atau kelompok tersebut. Hanya saja, dosen komunikasi Universitas Telkom itu yakin bahwa kelomok ini memiliki potensi kuasa yang kuat dan punya pengaruh ke alat negara, kepolisian juga militer.(rmol)

“Tokoh tanpa pengaruh itu sangat sulit," pungkas Dedi.