Jenazah PDP Corona di Makassar Dibawa Kabur Keluarga dari RS

Jenazah PDP Corona di Makassar Dibawa Kabur Keluarga dari RS

Gelora Media
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - Video jenazah PDP Corona di RS Dadi, Makassar, yang dibawa kabur keluarga beredar di media sosial. Pihak rumah sakit membenarkan insiden tersebut.
"Iya, kemarin itu," ujar Direktur RS Dadi, dr Arman Bausat saat dimintai konfirmasi detikcom, Kamis (4/6/2020).

Di video yang beredar, tampak sejumlah pria mengevakuasi jenazah terbungkus kain sarung dan meninggalkan ruangan di RS Dadi. Ada sekitar tujuh orang pria yang terlibat mengevakuasi jenazah.

Arman menjelaskan, sebelum meninggal, sang pasien merupakan pasien rujukan yang mulai dirawat di RS Dadi pada Senin (1/6). Pasien disebut berstatus PDP Corona.

"Dia belum COVID, masih PDP, tapi sudah keluhan sesak, batuk, apa semua, langsung masuk ruang ICU," katanya.

Namun berselang dua hari kemudian, sang pasien meninggal pada Rabu (3/6) sekitar pukul 14.00 Wita. Pihak RS langsung berkoordinasi ke pihak Gugus Tugas COVID-19 agar datang menjemput jenazah untuk dimakamkan di Kompleks Pemakaman Macanda, Gowa, sebagai lokasi pemakaman khusus bagi korban COVID-19.

"Nah kemarin itu waktu kejadian, prosedurnya itu otomatis petugas kami langsung menelepon ke Satgas bahwasanya ada pasien yang kami curiga COVID meninggal. Jadi pada saat kita menelepon kita langsung menyiapkan pemulasaraan," terang Arman.

Hanya saja, kata Arman, saat pihak RS menunggu tim Gugus Tugas datang menjemput jenazah, tanpa disangka pihak keluarga lebih dulu mengevakuasi jenazah keluarganya dari RS.

"Cuma ada sedikit mis, ternyata Satgas yang menjemput mayat ini ternyata ada juga kasus kematian di RS Ibnu Sina, akhirnya terlambat datang ke sini," katanya.

Arman mengaku tak dapat berbuat saat jenazah dibawa keluarga lantaran ada puluhan keluarga jenazah lain yang menunggu di luar RS.

"Ternyata ini yang meninggal, almarhum, banyak anggotanya datang sampai 50 orang. Banyak sekali dan mengamuk, pagar RS itu bolong dia anu," katanya.

"Ada yang bawa senjata tajam ada yang bawa badik. Makanya saya bilang jangan ki cari persoalan Dek, orang dalam keadaan emosi begini biasanya kalap ki toh. Sekuritiku saja sendiri dia pukul," sambungnya.

Padahal, lanjut Arman, sejak awal kedatangan pasien, pihaknya telah menjelaskan ke keluarga bahwa apabila pasien meninggal dan dicurigai Corona maka pihak RS yang akan melakukan proses pemakaman, bukan keluarga. Namun belakangan pihak keluarga membawa kabur jenazah dari RS.(dtk)
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita