Gudni Johannesson Kembali Terpilih Sebagai Presiden Islandia Periode 2020-2024 Setelah Menang Telak 92 Persen Suara
logo

29 Juni 2020

Gudni Johannesson Kembali Terpilih Sebagai Presiden Islandia Periode 2020-2024 Setelah Menang Telak 92 Persen Suara

Gudni Johannesson Kembali Terpilih Sebagai Presiden Islandia Periode 2020-2024 Setelah Menang Telak 92 Persen Suara

GELORA.CO - Presiden petahana Islandia Gudni Johannesson terpilih kembali setelah menang telak atas penantangnya seorang tokoh dari sayap kanan, Gudmundur Franklin Jonsson, pada Minggu (28/6).
Gudni Johannesson dinyatakan menang  dengan hasil akhir yang dirilis pada Minggu (28/6). Sang petahana sukses meraih 92,2 persen dari 168.821 suara yang ada, sebuah angka yang fantastis.

“Saya merasa terhormat dan bangga,” kata Gudni kepada media di Reykjavik, Ibukota Islandia pada malam pemilihan, seperti dikutip dari AFP, Minggu (28/6). “Hasil dari pemilihan ini menunjukkan bahwa rakyat Islandia mempercayakan jabatan ini kepada saya.”

Pemungutan suara yang diadakan pada Sabtu (27/6) di negara yang terletak sebelah barat laut Eropa  itu telah mengantarkan mantan profesor sejarah di Universitas Islandia ini kembali memimpin Islandia  untuk kedua kalinya selama empat tahun ke depan.

Kemenangan besar Gudni sebenarnya telah diprediksi oleh jajak pendapat sebelum pemilihan yang menunjukkan dirinya akan memenangkan pemilu dengan raihan antara 91 hingga 94 persen suara.

Ini adalah angka kemenangan tertinggi kedua dalam sejarah pemilihan presiden Islandia.

Pada pemilu 1998, Vigdis Finnbogadottir, yang juga dinobatkan sebagai wanita pertama di dunia yang terpilih secara demokratis sebagai kepala negara, menang dengan 94,6 persen suara.

Islandia adalah negara kedua di Eropa setelah Serbia, yang mengadakan pemilihan sejak pecahnya pandemik virus corona. Sebelumnya, pada pekan lalu Serbia juga telah mengadakan pemilihan dengan Aleksandar Vucic sebagai pemenangnya.

Negara yang dihuni sekitar 365.000 orang  ini belum terkena dampak krisis kesehatan akibat Covid-19. Sejauh ini negara itu telah melaporkan 10 kematian dan saat ini memiliki sekitar 10 kasus aktif.  Namun, pada saat pemilihan suara, di setiap TPS disediakan sanitiser dan sarung tangan. Para pemilih juga wajib menjaga jarak.  (Rmol)