Dandhy ke Jokowi: Jangan Pertaruhkan Sesuatu yang Tidak Anda Miliki!
logo

30 Juni 2020

Dandhy ke Jokowi: Jangan Pertaruhkan Sesuatu yang Tidak Anda Miliki!

Dandhy ke Jokowi: Jangan Pertaruhkan Sesuatu yang Tidak Anda Miliki!

GELORA.CO - Wartawan Senior, Dandhy Laksono ikut mengomentari soal pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang siap mempertaruhkan reputasi politiknya agar Indonesia bisa menangani Pandemi Virus Corona.

Hal itu disampaikan Jokowi dihadapan para menteri di Kabinet Indonesia Maju diminta untuk tegas mengambil gebrakan dan langkah-langkah out of the box dalam menangani pandemik Covid-19.

Bahkan Presiden Joko Widodo tegas siap pasang badan demi melancarkan gebrakan yang diambil.

Menurut Dandhy yang juga merupakan Sutradara Sexy Killers itu lewat akun twitter pribadinya, Jokowi jangan mempertaruhkan sesuatu yang dia sendiri tidak miliki.


"Jangan pertaruhkan sesuatu yang tak Anda miliki." kicaunya di twitter.

Baca juga : Said Didu: Semoga Kemarahan Jokowi Bukan untuk Menutupi Isu RUU HIP

Dandhy sambil menyertakan link sebuah berita dengan judul "Jokowi: Asal Untuk Rakyat, Saya Pertaruhkan Reputasi Politik" dalam kicauannya tersebut.

Sindiran keras Dandhy terhadap Jokowi ini langsung direspon oleh banyak warganet. Ada yang setuju dengan sindiran itu, namun ada juga yang tidak

Hingga pagi ini, tercatat sudah ada 2.500-an retweet dan disukai oleh 7.000-an warganet. Sedangkan komentar capai 400-an.

Akun @BarathaAtmadja tidak setuju dengan pernyataan Dandhy. Menurut dia, catatan sejarah mulai dari jadi Wali Kota Solo hingga jadi Presiden dua periode adalah bukti kalo Jokowi memiliki reputasi.

"dua kali jadi orang nomor satu di Solo, satu kali di DKI Jakarta, dan saat ini menjadi orang nomor satu di Indonesia selama lebih dari 6 tahun.. dan kamu sebut beliau tidak memiliki Reputasi Politik? ada yang salah dengan otakmu Dan.. otakmu fals sama seperti permainan gitarmu" kicaunya.

Sedangkan akun @rizaldyal26 berkomentar : "Bagi masyarakat normal,dia tak punya reputasi,tp bagi buzzerP dia adalah manusia tanpa cela penuh prestasi"

Akun @tyan_yr juga melontarkan pernyataan pedas. Reputasi Presiden dua periode sudah tidak terlalu penting. Oleh karenanya, harusnya Presiden bekerja saja dengan maksimal.

"reputasi ga terlalu penting buat presiden yg suda nda punya hak konstitusional lg buat nyapres di taun politik mendatang krn pembatasan max masa jabatan pres d UUD. jadi ini aneh. buat apa jaga reputasi? emang hrsny bebas aja dia kerja. bikin legacy, nda pusing sm reputasi" kicaunya.

Sebelumnya, Para menteri di Kabinet Indonesia Maju diminta untuk tegas mengambil gebrakan dan langkah-langkah out of the box dalam menangani pandemik Covid-19. Bahkan Presiden Joko Widodo tegas siap pasang badan demi melancarkan gebrakan yang diambil.

Penegasan itu disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar 18 Juni lalu.

Mantan walikota Solo itu mengaku siap mengeluarkan peraturan presiden (perpres) atau peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) apabila dibutuhkan.

"Kalau mau minta perppu lagi saya buatin perppu, kalau (peraturan) yang sudah ada belum cukup. Asal untuk rakyat, asal untuk negara. Saya pertaruhkan reputasi politik saya," tegas Jokowi dalam video yang diunggah Setpres di YouTube, Minggu (28/10).[ljc]